Prabowo Diperkirakan Belum Berencana Ganti Kapolri, Berikut Analisanya!

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto diperkirakan belum akan mengganti Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam waktu dekat.
Stabilitas politik dan komunikasi dengan berbagai kekuatan politik dinilai menjadi salah satu pertimbangan pemerintah mempertahankan posisi tersebut.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, mengatakan, keputusan terkait jabatan strategis, termasuk Kapolri, kemungkinan tetap mempertimbangkan keseimbangan politik dan kesinambungan pemerintahan.
“Dalam pandangan saya, Presiden Prabowo kemungkinan besar belum akan mengganti Kapolri. Salah satu pertimbangannya adalah menjaga stabilitas politik nasional, termasuk mempertahankan hubungan yang baik dengan berbagai kekuatan politik, termasuk kelompok politik yang selama ini beririsan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo,” ujar Iwan dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Menurut Iwan, sejak awal pemerintahan, Prabowo menunjukkan pendekatan politik yang mengedepankan rekonsiliasi dan kolaborasi.
Karena itu, pergantian pejabat pada posisi strategis dinilai tidak semata-mata didasarkan pada aspek kelembagaan, tetapi juga mempertimbangkan dinamika politik nasional.
Ia menilai Kapolri merupakan posisi strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas keamanan nasional.
Selama tidak ada kebutuhan mendesak, pergantian pimpinan Polri kemungkinan belum menjadi prioritas pemerintah.
“Namun, dari dinamika politik saat ini, saya melihat belum ada sinyal kuat yang mengarah pada pergantian tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Mensesneg Bantah Ada Suspres Pergantian Kapolri: Kata Siapa?
Iwan menambahkan, Presiden tetap memiliki hak prerogatif untuk mengangkat dan memberhentikan Kapolri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan berbagai elemen politik menjadi modal penting untuk menjaga kondusivitas nasional dan mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah.
“Stabilitas politik merupakan prasyarat utama bagi keberhasilan program-program prioritas pemerintah. Karena itu, menjaga komunikasi dan hubungan yang konstruktif dengan seluruh kekuatan politik menjadi bagian dari strategi konsolidasi nasional,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar










