Bangun Kepercayaan Masyarakat, Qodari Pastikan Pemerintah Serius Benahi Program MBG

AKURAT.CO Pemerintah berkomitmen terus membenahi penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG), seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Evaluasi menyeluruh dilakukan demi memastikan kualitas layanan semakin baik, sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto ini.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan tahun ajaran baru menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk menyelenggarakan MBG yang lebih aman, bersih, dan sehat. Berbagai persoalan yang sempat muncul pada awal pelaksanaan program menjadi bahan evaluasi.
Baca Juga: Komisi IX DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh Program MBG
"Di tahun ajaran baru ini kami serius berbenah. Ketidaksempurnaan pelaksanaan sebelumnya terus kami perbaiki. Setiap masukan, kritik, bahkan air mata yang sempat jatuh, tidak kami abaikan begitu saja. Segala hal yang terjadi di lapangan kami jadikan cermin besar untuk berbenah diri," kata Qodari dalam keterangannya, Selasa (22/7/2026).
Dia menuturkan, evaluasi ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan setiap anak dapat menikmati makanan bergizi dengan kualitas yang terjamin. Pemerintah pun memperkuat seluruh rantai pelaksanaan program, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi makanan kepada peserta didik.
"Kami ingin memastikan bahwa ke depan, setiap piring makanan yang tersaji di meja belajar anak-anak kita adalah makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga aman, bersih, sehat, dan penuh dengan kasih sayang," ujarnya.
Untuk itu, pemerintah telah merombak mekanisme kerja di lapangan dengan memperketat pengawasan terhadap kualitas bahan pangan, kebersihan proses pengolahan, serta memastikan seluruh prosesnya dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
Pemerintah ingin membangun kembali kepercayaan orang tua melalui perbaikan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh para siswa setiap hari, bukan sekadar melalui komitmen di atas kertas.
Baca Juga: Wamentan Sudaryono Layak Pimpin BGN, Perkuat Integrasi Pangan dan Program MBG
"Kami ingin membangun kembali kepercayaan Ayah dan Ibu di rumah, bukan sekadar lewat janji-janji manis, melainkan lewat perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh anak-anak kita setiap hari," ucapnya.
Qodari menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan di sekolah, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik akan mendukung kemampuan fokus belajar, kreativitas, serta pertumbuhan fisik yang kuat.
"Kita sedang menanam benih-benih unggul. Dengan gizi yang cukup, anak-anak kita akan memiliki fokus yang tajam untuk belajar, energi yang cukup untuk berkreasi, dan tubuh yang kuat untuk tumbuh menjadi generasi pemenang yang siap bersaing dengan bangsa lain di dunia," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







