Cek Fakta: Presiden Prabowo Tak Pernah Sepelekan Jumlah Insiden Program MBG

AKURAT.CO Beredar narasi pemberitaan di sejumlah platform dan portal berita yang menggiring dan memberikan kesan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyepelekan insiden yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penggiringan tersebut dilakukan dengan mengutip pidato Presiden Prabowo, yang seolah-olah menyatakan bahwa insiden pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya sebesar 0,00017 persen.
Akun instagram cekfakta.ri yang dikelola Badan Komunikasi Pemerintah menegaskan bahwa pemberitaan tersebut menyesatkan. Sebab, terdapat penambahan kata 'hanya' pada pernyataan Presiden Prabowo, yang sejatinya kata itu tidak pernah diucapkan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan Program MBG Jalan Terus, Perbaikan Dapur Segera Dilakukan
Faktanya, dalam pidato lengkap di Musyawarah Nasional ke-6 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Presiden Prabowo justru menyatakan ketidakpuasan atas adanya insiden pangan.
"Bahwa ada kekurangan? iya. Ada keracunan makan? iya. Kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan atau kekurangan, atau kesalahan itu adalah 0,00017 persen, ini tidak membuat kita puas dengan itu," ucap Presiden Prabowo saat pidato di acara PKS.
Oleh karena itu, pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo berjanji bahwa pemerintah akan membenahi proses memasak hingga distribusi MBG agar diterima dengan baik oleh para penerima manfaat.
"Kita kerja keras sekarang. Semua dapur nanti harus dilengkapi alat-alat cuci ompreng yang benar-benar kuat dengan ultra violet atau dengan gas, atau dengan air yang sangat panas. Kemudian juga filter untuk air harus ada, kemudian test kit sebelum dikirim makanan harus ada. Ini segera kita benahi, semua dapur harus ada tukang masak terlatih," ujar Presiden.
Hal ini sejalan dengan arahan dan harapan Presiden di setiap rapat Kabinet Merah Putih, di mana seluruh program, terutama MBG, harus mencapai zero accident.
Sebelumnya, Prabowo juga menekankan keselamatan anak merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan MBG. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) usai rapat koordinasi di Kementerian Kesehatan, Minggu (28/9/2025).
Baca Juga: Irma Chaniago Kritik BGN: SDM Program MBG Banyak Tak Sesuai Keahlian
"Kemarin, Bapak Presiden setibanya di Tanah Air langsung memimpin beberapa menteri di Halim untuk mengadakan rapat. Salah satu yang dibahas adalah mengenai Makan Bergizi Gratis. Setelah dari Halim, semalam masih melanjutkan pembahasan soal Makan Bergizi Gratis. Dan siang ini, atas instruksi dari Bapak Presiden, kami melakukan rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang tadi saya sampaikan kepada saudara-saudara," kata Zulhas.
Menurutnya, perhatian Prabowo terhadap insiden yang terjadi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sangat serius.
"Jadi, betapa serius perhatian Bapak Presiden terhadap masalah ini. Saya sampaikan, atas petunjuk dan arahan Bapak Presiden bahwa bagi pemerintah, keselamatan anak adalah prioritas utama. Kami menegaskan, insiden bukan sekadar angka, tetapi menyangkut keselamatan generasi penerus," tegas Zulhas.
Langkah yang ditempuh meliputi penutupan sementara SPPG bermasalah, evaluasi kedisiplinan di SPPG khususnya juru masak, serta sterilisasi peralatan dan perbaikan sanitasi, kualitas air, dan alur limbah.
"Kemudian diperintahkan semua kementerian, lembaga, pemda, pemangku kepentingan program MBG ikut dan aktif dalam proses perbaikannya. Kementerian, daerah, lembaga terkait juga harus bersama-sama aktif. Tidak menunggu, tapi aktif melakukan pengawasan," ungkap Zulhas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









