Gempa Sulteng, Penyaluran Bantuan dan Pemulihan Ekonomi Harus Dipercepat agar Warga Tak Makin Terpuruk

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menekankan pentingnya percepatan penyaluran bantuan dan pemulihan ekonomi bagi warga terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengah (Sulteng), agar masyarakat tidak semakin terpuruk pascabencana.
Menurutnya, banyak keluarga yang kehilangan sumber penghasilan sementara akibat kerusakan rumah maupun terganggunya aktivitas ekonomi, setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut.
"Dengan kondisi tersebut, Pemerintah perlu memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa logistik dan material pembangunan rumah, tetapi juga dukungan terhadap pemulihan ekonomi keluarga terdampak," kata Puan melalui keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Puan Minta Pemulihan Pascagempa Sulteng Fokus pada Warga, Bukan Sekadar Infrastruktur
Dia menilai, masyarakat yang kehilangan mata pencaharian membutuhkan kepastian bahwa proses rehabilitasi tidak akan memperburuk kondisi ekonomi mereka. Dari pengalaman berbagai bencana sebelumnya, keluhan masyarakat sering kali berkaitan dengan lambatnya proses administrasi bantuan.
"Penting juga untuk mempercepat proses verifikasi kerusakan rumah dan pencairan bantuan stimulan perbaikan. Dalam situasi pascabencana, kecepatan menjadi faktor yang sama pentingnya dengan nilai bantuan itu sendiri," jelasnya.
Selain itu, dia mendorong pemerintah daerah bersama kementerian terkait mempercepat pemulihan layanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik agar masyarakat tidak kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar terlalu lama.
Puan juga meminta momentum rehabilitasi dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat, termasuk melalui pembangunan hunian yang lebih tahan gempa dan penyusunan peta pemulihan ekonomi lokal.
"Sebab keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari berapa banyak rumah yang berhasil diperbaiki, tetapi juga dari seberapa cepat masyarakat dapat kembali bekerja, berusaha, dan memperoleh penghasilan," tegasnya.
Menurut Puan, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak agar mereka tidak menghadapi proses pemulihan sendirian. Termasuk menjaga kesejahteraan dan ketahanan keluarga, serta memastikan masyarakat dapat kembali menata masa depannya dengan lebih baik.
Baca Juga: 10 Negara Paling Rawan Gempa di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Sebelumnya, Desa Kamarora A, Kecamtan Nokilalaki, Sigi, Sulawesi Tengah dilanda gempa berkekuatan 6,7 magnitudo, pada Senin (16/6/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, gempa tersebut mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan sekitar 110 Kepala Keluarga atau 312 jiwa terdampak, 25 warga luka ringan, 13 luka berat.
Sementara rumah yang terdampak masing-masing 12 unit rusak berat, enam rusak sedang, dan 26 unit rusak ringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag




