Graham-Blumenthal Act Picu Kritik Kremlin, Sanksi Rusia Disebut Bisa Ganggu Negosiasi Ukraina

AKURAT.CO Graham-Blumenthal Act yang memuat paket baru sanksi terhadap Rusia mendapat kecaman dari Kremlin. Pemerintah Rusia menilai langkah Amerika Serikat tersebut dapat mempersulit upaya mencapai kesepakatan damai dalam perang Ukraina serta berpotensi memperburuk hubungan Washington dan Moskow.
Juru bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov mengatakan Kremlin terus memantau perkembangan Graham-Blumenthal Act, termasuk langkah berikutnya yang kini berada di tangan Presiden AS Donald Trump. Peskov menilai kebijakan sanksi baru terhadap Rusia merupakan tindakan tidak bersahabat yang dapat mengancam peluang negosiasi damai.
Menurut Peskov, tambahan sanksi AS terhadap Rusia juga akan membuat upaya mencapai kesepakatan antara Washington dan Moskow menjadi lebih rumit. Kremlin sejauh ini masih menunggu keputusan akhir pemerintah Amerika Serikat terkait pemberlakuan aturan tersebut.
DPR AS Setujui Sanksi Baru terhadap Rusia
DPR Amerika Serikat menyetujui Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026 dalam pemungutan suara pada dini hari 17 September waktu Kyiv. Rancangan aturan tersebut disetujui dengan 262 suara mendukung dan 159 suara menolak.
RUU itu kini menunggu keputusan Donald Trump. Jika disahkan menjadi undang-undang, aturan tersebut akan memberikan kewenangan kepada Trump untuk memberlakukan tarif 100 persen terhadap barang dari negara mana pun yang membeli minyak atau gas Rusia, termasuk negara-negara di Eropa dan Asia.
Selain menargetkan pembeli energi Rusia, paket sanksi Rusia tersebut juga mencakup pembatasan baru terhadap sektor energi dan pertahanan Rusia. Langkah lainnya diarahkan kepada apa yang disebut sebagai shadow fleet, yakni jaringan kapal yang digunakan untuk membantu perdagangan minyak Rusia di tengah sanksi internasional.
Sejumlah pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya sebelumnya menyatakan Trump memang berniat menandatangani aturan tersebut.
Kremlin Sebut Sanksi Bisa Ganggu Perdamaian Ukraina
Peskov memperingatkan bahwa penerapan sanksi tambahan dapat berdampak langsung terhadap proses diplomasi terkait perang Rusia-Ukraina.
Kremlin menilai semakin banyak pembatasan ekonomi yang diberlakukan Washington, semakin sulit pula bagi Rusia dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan dalam isu-isu strategis. Hingga kini, belum ada komentar lebih lanjut dari pejabat senior Kremlin lainnya mengenai keputusan DPR AS tersebut.
Gencatan Senjata Energi Masih Dibahas
Di tengah pembahasan mengenai sanksi Rusia, diplomasi terkait kemungkinan energy ceasefire atau gencatan senjata energi juga masih berlangsung.
Gagasan tersebut mencakup penghentian sementara serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia dan sistem energi Ukraina. Donald Trump sebelumnya menekan Ukraina untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia. Trump berpendapat serangan Ukraina telah mendorong Rusia mengurangi produksi diesel dan turut berkontribusi terhadap kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pihaknya terbuka terhadap gagasan gencatan senjata energi. Namun, Kyiv masih menunggu daftar dari Moskow mengenai fasilitas yang diusulkan untuk tidak menjadi sasaran serangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








