Pasokan BBM ke PLTU Tersendat, Diduga Picu Pemadaman di Sulawesi

AKURAT.CO Ketua Forum Mahasiswa Pinggiran Sulselbar, Maulana Yusdianto, mencurigai pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik ikut mengalami kendala di tengah persoalan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga turut berdampak pada pemadaman listrik di sejumlah wilayah Sulawesi. Ia menduga, kelangkaan pasokan BBM ini turut berdampak pada operasional pembangkit sehingga terjadi pemadaman listrik. Kalau memang demikian, persoalannya menjadi serius dan dampaknya berlapis.
"Masyarakat sudah kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari, kemudian harus menghadapi pemadaman listrik. Karena itu, kondisi pasokan BBM ini perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi kebutuhan masyarakat, tetapi juga kemungkinan dampaknya terhadap pasokan listrik," kata Maulana.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Makassar Terus Berjalan
Maulana mengatakan persoalan BBM tidak hanya terlihat di Kota Makassar, tetapi juga dirasakan di sejumlah kabupaten dan kota lain di Sulawesi Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar masyarakat mengetahui kondisi pasokan yang sebenarnya.
Kalau memang pasokan BBM terkendala, lanjut Maulana, Pertamina harus menjelaskan secara terbuka apa yang sebenarnya terjadi, berapa kemampuan pasokannya, berapa kebutuhannya, dan bagaimana langkah untuk mengatasinya.
"Masyarakat bisa memahami kalau memang ada kendala. Yang membuat resah adalah ketika informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi yang dirasakan masyarakat di lapangan," ujarnya.
Maulana juga mengingat kembali persoalan antrean LPG yang pernah terjadi. Beberapa bulan sebelum kejadian tersebut, dia mengaku sempat menanyakan kepada Pertamina mengenai kemampuan pasokan LPG seiring meningkatnya pembelian masyarakat.
“Waktu itu saya pernah tanyakan ke Pertamina beberapa bulan sebelum kejadian antrean LPG, apakah mereka kewalahan dan tidak bisa menambah kapasitas suplai seiring naiknya pembelian. Mereka justru bilang stop panic buying, jangan panik,” ujarnya.
Dia menilai masyarakat saat ini menghadapi berbagai persoalan secara bersamaan, mulai dari kemarau hingga kendala pasokan BBM dan LPG. “Kami saat ini menghadapi ujian bertubi-tubi. Ada kemarau, BBM langka, dan gas juga sulit didapat,” ujarnya.
Dia juga menyinggung isu yang berkembang di masyarakat mengenai BBM dan LPG yang disebut diprioritaskan untuk kebutuhan kawasan industri dan pertambangan, termasuk Morowali. Menurut Maulana, kebutuhan energi masyarakat jangan sampai terabaikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








