HSBC Luncurkan Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Skala Global, Modal Awal USD10.000

AKURAT.CO Harga emas yang berfluktuasi tidak serta-merta menghapus minat investor terhadap logam mulia. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, emas justru semakin dipandang sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio. Melihat peluang tersebut, HSBC Indonesia menghadirkan reksa dana syariah berbasis saham tambang emas yang memberikan akses kepada nasabah untuk berinvestasi pada perusahaan pertambangan emas dan logam mulia global.
PT Bank HSBC Indonesia meluncurkan Batavia Gold Sharia Equity USD, produk reksa dana saham berbasis syariah yang dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM). Produk ini memiliki minimal pembelian awal USD10.000 dan dapat diakses melalui aplikasi Mobile Banking HSBC Indonesia maupun cabang HSBC Indonesia.
Peluncuran tersebut memperluas pilihan investasi bagi nasabah yang ingin memperoleh eksposur terhadap industri emas global melalui instrumen pasar modal, tanpa harus membeli emas fisik secara langsung.
Apa Itu Batavia Gold Sharia Equity USD yang Diluncurkan HSBC?
Batavia Gold Sharia Equity USD merupakan reksa dana saham yang dikelola secara aktif berdasarkan prinsip syariah. Produk ini berfokus pada investasi di saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia global dengan fleksibilitas untuk berinvestasi pada perusahaan dengan berbagai kapitalisasi pasar.
Dengan karakteristik tersebut, produk ini menawarkan eksposur terhadap industri pertambangan emas melalui kepemilikan unit reksa dana. Artinya, nasabah tidak membeli emas batangan, melainkan berinvestasi pada portofolio saham perusahaan yang menjalankan bisnis pertambangan emas dan logam mulia.
HSBC Indonesia menyediakan produk ini bagi nasabah dengan minimal pembelian awal USD10.000. Akses pembelian dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile Banking HSBC Indonesia atau cabang HSBC Indonesia.
Dalam keterangan resminya, Lanny Hendra, International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia, menjelaskan alasan di balik peluncuran produk tersebut.
”Kami melihat minat yang besar di kalangan investor terkait dengan investasi emas. Melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, nasabah dapat memiliki eksposur ke perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, yang juga diuntungkan dari tren positif tadi," ujar Lanny melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Jumat, 18 September 2026.
Lanny Hendra, International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia. dok. HSBC Indonesia
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa produk ini dirancang untuk menjembatani minat terhadap emas dengan peluang investasi pada perusahaan yang bergerak di industri pertambangan logam mulia.
Namun, eksposur terhadap sektor emas tidak sama dengan kepemilikan emas secara langsung. Perbedaan tersebut menjadi aspek penting yang perlu dipahami sebelum investor menilai karakteristik produk.
Baca Juga: Prabowo: Akan Ada Investasi Besar-besaran Masuk ke Indonesia, Tunggu Saja
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November






