Pemerintah Target Bangun 750 Batalyon dalam 5 Tahun, Tekan Kriminalitas hingga Hidupkan Siskamling

AKURAT.CO Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengaku sejumlah negara di kawasan sempat mempertanyakan rencana Indonesia membentuk 750 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di berbagai daerah dalam lima tahun.
Dia menjelaskan, penguatan satuan teritorial dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat keamanan dan kehidupan sosial masyarakat di daerah.
"Saya perlu menjelaskan kepada fraksi negara regional ada yang kaget untuk apa bikin 750 batalyon selama lima tahun," kata Sjafrie, saat rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Negara Perluas Kekuatan Militer, 150 Batalyon Baru Dibentuk pada 2025 dan Akan Terus Bertambah
Dia menjelaskan, Indonesia memiliki 514 kabupaten dengan jumlah penduduk mencapai 287 juta jiwa serta wilayah perbatasan dengan sekitar 11 negara. Karena itu, pemerintah memandang perlu memperkuat kehadiran pertahanan di daerah.
"Kami tidak mengantisipasi mereka mau menyerang kita, tapi apa yang saya sampaikan ini, kita ingin menjaga kedaulatan negara kita. Dan kita membangun kemampuan kita ini untuk mengawal ini semua," ujarnya.
Sejak 2025, dirinya bersama Panglima TNI, Agus Subiyanto, dan para kepala staf angkatan telah melakukan revitalisasi pertahanan negara melalui pembangunan batalyon teritorial.
Pemerintah menargetkan pembentukan 150 batalyon setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan pengamanan di seluruh kabupaten di Indonesia.
"Kita targetkan setiap tahun 150 batalyon untuk memenuhi 514 kabupaten. Insyaallah di tahun 2026 seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal satu batalyon infanteri teritorial pembangunan," katanya.
Sjafrie juga memaparkan manfaat keberadaan batalyon tersebut di daerah. Menurut dia, sebelum ada batalyon teritorial, banyak kabupaten tidak memiliki pasukan sehingga tingkat kriminalitas seperti begal cukup tinggi.
Baca Juga: Meneropong Kebijakan Pembentukan Batalyon-Batalyon Baru TNI
"Tapi setelah kita berada di situ membuat pangkalan dan pangkalan itu sudah jadi dengan latihan kemampuan dan sebagainya, ini begal dan kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, menjadi plus kriminalnya hilang di atas 50 persen," ujarnya.
Prajurit melakukan patroli rutin menggunakan kendaraan yang disiapkan industri pertahanan, baik kendaraan listrik maupun nonlistrik. Kehadiran batalyon juga menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling yang sebelumnya menurun.
Selain aspek keamanan, Sjafrie menilai batalyon teritorial turut memperkuat kehidupan sosial masyarakat. Dia menyebut prajurit yang ditempatkan berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pesantren dan komunitas lintas agama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH









