Kulturolog: Buku Saku KSP Perkuat Narasi ‘Negara Hadir’ dan Fondasi Indonesia Maju

AKURAT.CO Kehadiran Buku Saku 0% bertajuk “Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026” dinilai tidak sekadar menjadi panduan teknis, tetapi juga bagian dari narasi besar pembangunan nasional.
Kulturolog Indonesia, Iwan Jaconiah, menilai, buku tersebut merepresentasikan upaya pemerintah menghadirkan negara secara nyata di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi sosial menuju Indonesia maju.
“Visi besar ‘Bersama Indonesia Maju’ yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar slogan, tetapi komitmen transformatif untuk memperkuat fondasi bangsa,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Menurut Iwan, berbagai program kesejahteraan yang dirangkum dalam buku saku itu menjadi instrumen konkret yang tidak hanya bersifat teknokratis, tetapi juga menjadi wujud nyata dari konsep “Negara Hadir”.
“Melalui program-program ini, negara hadir untuk melindungi dan mengangkat derajat kelompok rentan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran negara yang konsisten akan melahirkan kekuatan sosial baru yang menjadi fondasi kemandirian dan ketahanan bangsa.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Deli Serdang Ditargetkan Rampung Juli 2026, Siap Tampung 1.000 Siswa
“Ketika negara benar-benar hadir, akan tercipta masyarakat yang kuat sebagai motor penggerak menuju Indonesia maju,” katanya.
Iwan juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai contoh nyata implementasi kebijakan kesejahteraan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
“Nutrisi yang baik adalah kunci bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi pendidikan maupun produktivitas jangka panjang,” ujarnya.
Selain dampak sosial, ia menilai program tersebut juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal dan membuka peluang kerja baru, khususnya di desa dan kecamatan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada tata kelola yang baik, terutama dalam aspek transparansi dan akuntabilitas.
“Pencegahan kebocoran anggaran dan praktik korupsi menjadi syarat mutlak agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sistem yang terintegrasi dan koordinasi lintas lembaga agar implementasi program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Dengan menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas, pemerintah sedang membangun kedaulatan bangsa dari level paling dasar,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Buku Saku 0% yang diluncurkan pada 8 April 2026 ini disusun oleh tim editor yang terdiri dari Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan, Agung Gumilar Saputra, serta Staf Khusus KSP Timothy Ivan Triyono.
Baca Juga: Ustazah Sejabodetabek Kunjungi Menara Syariah PIK 2, Kenali Pusat Ekonomi Syariah Terpadu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








