Mendikdasmen Minta Sekolah Terapkan ASRI untuk Bangun Pendidikan Bermutu

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan bahwa pendidikan bermutu harus dibangun melalui sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan keberanian intelektual, ketangguhan spiritual, serta kepekaan sosial peserta didik. Untuk itu, penting setiap sekolah menerapkan program nasional Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sejak dini.
"Sekolah yang aman dan nyaman juga harus menjadi sekolah yang asri. Lingkungan yang bersih, sehat, sejuk, dan tertata akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab pada peserta didik," ujar Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Mendikdasmen Terbitkan Aturan Ciptakan Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman
Dengan pembiasaan menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, serta penciptaan ruang kelas yang nyaman dan tidak pengap, merupakan bagian dari integrasi sekolah dengan semangat Indonesia yang ASRI.
"Sekolah yang aman adalah sekolah di mana anak-anak merasa tenang untuk belajar, berani menyampaikan pendapat, dan tidak takut melakukan kesalahan. Keberanian intelektual ini penting agar rasa ingin tahu anak-anak tetap tumbuh dan difasilitasi," tambahnya.
Praktik-praktik baik yang telah berjalan di lingkungan pendidikan tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional, dalam membangun pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan lingkungan belajar yang aman serta sehat.
Karena itu, menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan asri tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pendidik, peserta didik, hingga masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga menaruh perhatian pada aspek keamanan sosial di lingkungan sekolah. Dia mengingatkan, perundungan masih menjadi tantangan yang harus terus ditekan melalui pembangunan budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama.
Dalam kunjungan ke SMP–SMA Amanatul Ummah, Abdul Mu'ti mengapresiasi praktik pembentukan karakter yang diterapkan di lingkungan pendidikan pesantren. Dia menilai, ikrar yang dibacakan secara rutin oleh peserta didik dan pendidik menjadi fondasi kuat dalam membangun disiplin dan tanggung jawab.
Baca Juga: Mendikdasmen Siapkan Tiga Skenario Pembelajaran bagi Siswa Terdampak Bencana di Sumatera
"Ikrar yang tadi dibacakan itu luar biasa dan sangat mendukung program kami, terutama terkait larangan merokok. Ini bisa menjadi contoh nasional, sekolah model tingkat nasional di mana ribuan peserta didiknya tidak ada satu pun yang merokok," tegasnya.
Dia menegaskan bahwa upaya menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan asri tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pendidik, peserta didik, hingga masyarakat.
"Keamanan spiritual juga menjadi bagian penting dari pendidikan. Peserta didik perlu mendapatkan pendampingan nilai keimanan dan moral secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan, bukan sekadar hafalan," tegasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan dibangun melalui sistem yang dijalankan secara disiplin dan bertanggung jawab, serta peran guru sebagai teladan moral, pendamping, dan pembimbing bagi peserta didik.
Dia juga menegaskan ikrar sivitas akademika yang menekankan komitmen untuk menjadi insan yang beriman, bertakwa, berilmu, disiplin, bertanggung jawab, bersih, sopan, ramah, dan rapi sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendikdasmen dan berharap kunjungan tersebut dapat memberikan pencerahan bagi pengembangan pendidikan di daerah. Dia menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.
"Lembaga pendidikan yang mampu memadukan penguatan akademik, pembinaan karakter, dan kedisiplinan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan moral yang kuat," ucap dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









