Pesan Keras Menko Polkam: Disiplin Mutlak, Kostrad Harus Siap Tempur Setiap Saat

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menegaskan, prajurit elite tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui disiplin ketat, profesionalisme, dan kesiapan tempur yang terus diasah setiap hari.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada para perwira satuan jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad di Markas Brigif 18/Trisula, Malang, Selasa (18/2/2026).
Menurutnya, Kostrad merupakan pasukan pemukul strategis yang digerakkan ketika negara menghadapi situasi kritis.
Karena itu, Brigif 18/Trisula sebagai bagian inti kekuatan Kostrad dituntut selalu siap tempur, mampu bergerak cepat, dan memiliki daya gempur tinggi.
“Kostrad bukan satuan biasa. Ini pasukan strategis yang digerakkan saat negara dalam kondisi genting. Pasukan elite dibentuk setiap hari, bukan saat menjelang operasi. Tidak ada toleransi untuk kelalaian sekecil apa pun,” tegasnya.
Ia menekankan, disiplin tinggi menjadi fondasi utama pembentukan karakter prajurit tangguh. Kesalahan kecil di medan tempur, kata dia, dapat berujung pada kegagalan besar.
Djamari juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kompeten, berkarakter, serta memiliki kecintaan kuat terhadap tanah air.
Seorang perwira harus memahami kemampuan anak buahnya dan terus mendorong peningkatan kapasitas satuan.
Baca Juga: Ragam Tradisi Sambut Ramadan
“Pasukan elite ditandai oleh pemimpin yang hadir di depan, bukan di belakang. Rantai komando harus tegas, jelas, dan dihormati. Kualitas satuan ditentukan oleh kualitas perwiranya,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa dinamika konflik global menjadi pelajaran penting agar Indonesia tetap kuat dan solid.
Profesionalisme prajurit menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nasional, baik menghadapi ancaman eksternal maupun potensi gangguan internal.
Djamari yang pernah menjabat sebagai Danbrigif Linud 18/Trisula ke-16 pada 1992–1993 menekankan pentingnya transformasi pertahanan melalui penguasaan teknologi modern.
“TNI tidak hanya harus unggul di medan perang, tetapi juga menguasai teknologi dan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dampak kesejahteraan,” katanya.
Sejalan dengan arahan Presiden, ia menegaskan TNI harus aktif membantu masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana banjir di Sumatera. Kehadiran prajurit, menurutnya, menjadi bukti negara hadir di tengah kesulitan rakyat.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga kekompakan dan mendukung program prioritas pemerintah seperti SPPG, Sekolah Rakyat, Pengobatan Gratis, dan Koperasi Merah Putih.
Mengakhiri arahannya, Djamari menekankan bahwa profesionalitas harus terus ditingkatkan melalui latihan dan kompetisi sehat antar-satuan.
“Prajurit yang handal lahir dari kompetisi yang sulit. Tidak ada titik berhenti dalam pengabdian. Sebelum tembakan salvo berbunyi, pengabdian seorang prajurit belum berakhir,” pungkasnya.
Baca Juga: Rekor Dunia! Piton Liar Terpanjang dari Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









