AHY: Indonesia Tak Boleh Jadi Penonton di Negeri Sendiri

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya daya tahan dan daya saing bangsa dalam menghadapi tantangan global. Terutama ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih menjadi persoalan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dia menyoroti bahwa dunia saat ini tengah menghadapi disrupsi besar akibat lompatan teknologi yang begitu cepat. Menurutnya, tanpa kesiapan dan ketangguhan, Indonesia berisiko tertinggal dalam kompetisi global abad ke-21.
"Kita tidak boleh tertinggal, tidak boleh menjadi pecundang, tidak boleh hanya menjadi penonton di negeri kita sendiri," ujar AHY dalam Perayaan Imlek Nasional Partai Demokrat di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Rekor Dunia! Piton Liar Terpanjang dari Indonesia
Dia menyebutkan, resilience atau daya tahan harus berjalan beriringan dengan competitiveness atau daya saing. Kedua hal itu akan menjadi kunci apakah Indonesia mampu tampil sebagai bangsa pemenang di tengah persaingan global yang semakin ketat.
"Daya saing bangsa yang akan menentukan competitiveness, menentukan apakah kita bisa menjadi bangsa pemenang di abad ke-21 ini. Resilience dan competitiveness harus kita miliki," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus mengawal dan menyukseskan pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Tren Karikatur ChatGPT di Indonesia Naik, Prompt Tema Ramadan Ini Bakal Diminati
Menurutnya, pembangunan nasional harus diarahkan pada prinsip keadilan dan keberlanjutan. Dia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir pihak atau wilayah tertentu.
"Kita ingin Indonesia tumbuh, maju, berkembang, di mana tidak ada satu pun orang, wilayah, maupun generasi yang tertinggal," ujarnya.
Dengan mengusung semangat prosperity and sustainability for all, AHY mengajak seluruh elemen bangsa untuk bertanggung jawab tidak hanya pada kepentingan saat ini, tetapi juga pada masa depan anak cucu dan generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









