Akurat

TransTRACK Hadirkan Solusi Fleet Management untuk Atasi Inefisiensi Logistik Darat

Siti Nur Azzura | 19 Februari 2026, 22:13 WIB
TransTRACK Hadirkan Solusi Fleet Management untuk Atasi Inefisiensi Logistik Darat

AKURAT.CO Isu efisiensi operasional di tahun 2026 kian menjadi perhatian utama dalam sektor logistik darat Indonesia, seiring meningkatnya tuntutan terhadap kecepatan layanan dan transparansi informasi.

Data menunjukkan biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 23 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding sejumlah negara lain di kawasan.

Konsekuensinya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga konsumen akhir melalui harga barang yang lebih mahal dan distribusi yang kurang stabil. Pertumbuhan e-commerce dan ekspansi industri manufaktur mendorong peningkatan volume pengiriman setiap tahun.

Baca Juga: Ekspansi Proyek Logistik PTBA, Fondasi Ketahanan Energi Nasional

Namun, peningkatan aktivitas tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh pemerataan infrastruktur dan modernisasi sistem operasional. Banyak perusahaan masih mengandalkan pelaporan manual dan koordinasi berbasis komunikasi konvensional.

Masalah klasik seperti perjalanan tanpa muatan, kendaraan idle, serta konsumsi bahan bakar yang tidak terkontrol kerap tidak terdeteksi secara akurat. Tanpa data yang terukur, pemborosan sulit dihitung. 

Sementara itu, tekanan biaya bahan bakar, tarif tol, dan suku cadang terus meningkat, mempersempit margin keuntungan perusahaan logistik. Di sisi pelanggan, ekspektasi berubah cepat. Informasi posisi barang secara real-time menjadi standar baru.

Ketika keterlambatan terjadi, pelanggan menuntut kejelasan penyebab dan estimasi waktu tiba yang presisi. Ketidaksinkronan komunikasi antara pengirim, transporter, dan penerima sering memicu kesalahpahaman serta sengketa administrasi.

Memasuki 2026, pendekatan berbasis data mulai dipandang sebagai fondasi pengelolaan logistik modern. TransTRACK menghadirkan Fleet Management System yang dirancang untuk memantau armada, pengemudi, dan pengiriman dalam satu platform terintegrasi. 

"Tahun 2026 menunjukkan satu kenyataan bahwa keunggulan logistik tidak lagi diukur dari jumlah armada, melainkan dari kemampuan mengendalikan data operasional secara real-time," ujar Marketing Lead TransTRACK, Terryus Wijaya, Kamis (19/2/2026). 

Baca Juga: Pelindo Dorong Efisiensi Biaya Logistik Lewat Optimalisasi JTCC

Sistem tersebut memungkinkan pemantauan posisi kendaraan secara langsung, pencatatan konsumsi bahan bakar, hingga peringatan dini untuk perawatan. "Tanpa sistem digital yang mampu memantau aktivitas armada secara real-time, perusahaan akan kesulitan mengidentifikasi sumber pemborosan yang tersembunyi," tambahnya.

Dari sisi efisiensi, implementasi platform ini disebut mampu menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 25 persen dan meningkatkan utilisasi armada antara 15 hingga 40 persen. Laporan otomatis juga membantu perusahaan memenuhi kebutuhan audit dan kepatuhan regulasi.

"Metrik performa seperti biaya per perjalanan, ketepatan waktu, hingga waktu tunggu bongkar muat kini menjadi dasar objektif dalam pengambilan keputusan," lanjutnya.

Beberapa implementasi di lapangan menunjukkan dampak konkret. Perusahaan distribusi barang konsumsi, misalnya, mampu meningkatkan ketepatan waktu pengiriman melalui fitur live tracking dan pengalihan rute saat terjadi kemacetan. 

Di sektor angkutan industri berat, pemantauan jam mesin membantu menjadwalkan perawatan tanpa mengganggu operasional produksi.

Transformasi logistik darat Indonesia pada akhirnya bergantung pada kemampuan industri membaca dan memanfaatkan data. Tantangan biaya tinggi, kemacetan, dan kompleksitas distribusi tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah armada. 

Optimalisasi berbasis informasi real-time menjadi strategi yang semakin relevan untuk menjaga efisiensi, transparansi, dan daya saing di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.