Akurat

Bekerja di Dapur MBG, Ibu Tiga Anak di Sukoharjo Selamat dari Jeratan Utang

Moehamad Dheny Permana | 24 Februari 2026, 14:03 WIB
Bekerja di Dapur MBG, Ibu Tiga Anak di Sukoharjo Selamat dari Jeratan Utang

AKURAT.CO Upah dari menjahit tidak cukup bagi Nur Alisa, warga Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk keluar dari jeratan utang. Bahkan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dia selalu waswas.

Sebagai penjahit, Alisa hanya bisa mengumpulkan uang sekitar Rp150 ribu hingga Rp 200 ribu dalam seminggu. Sementara, suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan berpenghasilan rata-rata Rp100 ribu per hari.

Walaupun digabung, penghasilan mereka belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga orang anak. Apalagi untuk mencicil pelunasan utang.

"Sekarang saya kerja di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/dapur MBG). Alhamdulillah, bisa sedikit melunasi utang sama bisa mencukupi kebutuhan anak, buat bayar sekolah," kata Alisa.

Baca Juga: Program MBG Dipantau Jutaan Mata, Tidak Ada Ruang untuk Kelalaian

Anak Alisa paling besar adalah siswa kelas 1 MTs, anak kedua masih duduk di bangku TK. Sementara anak ketiga masih berusia tiga tahun.

Kini, Alisa diterima bekerja di dapur MBG atau SPPG Polokarto Sukoharjo. Dia juga masih bisa menyambi menjahit pakaian.

Dia berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap bisa terus berlanjut. Selain untuk nutrisi anak-anak Indonesia, kebutuhan sehari-harinya juga bisa terpenuhi.

"Mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas program ini. Bisa membantu ekonomi keluarga saya, bisa menyekolahkan anak saya. Alhamdulillah teman-temannya juga baik-baik semua," jelasnya.

"Terima kasih Pak Prabowo (Presiden Prabowo Subianto). Semoga Pak Prabowo sehat terlalu, sukses selalu, dapat mengayomi warganya," tutup Alisa menambahkan.

Baca Juga: Program MBG Dongkrak Harga Panen Petani Manggarai, Wortel Naik Tiga Kali Lipat

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.