Di Hadapan Gus Yahya, Prabowo Sampaikan Pentingnya Persatuan

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan dan kerukunan para pemimpin bangsa sebagai syarat utama kemajuan Indonesia. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
Pidato tersebut disampaikan Prabowo di hadapan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, serta jajaran ulama dan tokoh nasional yang hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut Nahdlatul Ulama sebagai organisasi besar yang selama ini menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan, dan memang itulah pelajaran sejarah,” kata Prabowo.
Baca Juga: Absen di Istora Senayan, Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Jawa Timur
Prabowo menegaskan bahwa tidak ada bangsa yang bisa menjadi kuat dan maju apabila para pemimpinnya saling berkonflik dan tidak rukun satu sama lain.
“Tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun,” tegasnya.
Karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, baik pemimpin negara maupun pemimpin masyarakat, untuk terus menjaga kerukunan dan kekompakan sebagai fondasi pembangunan nasional.
“Karena itu saya selalu mengajak semua unsur, mari kita bersatu,” ujarnya.
Prabowo juga menekankan bahwa perbedaan pandangan, kompetisi, dan perdebatan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak berujung pada perpecahan.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Nama Kiai Kafabihi Mencuat dalam Bursa Rais Aam PBNU
“Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat. Tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” pungkas Prabowo.
Selain Gus Yahya dan Kiai Miftachul Akhyar, Mujahadah Kubro tersebut juga dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pengurus NU dari berbagai daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








