Basarnas Dorong Penguatan Kelembagaan untuk Tingkatkan Respons Darurat Nasional

AKURAT.CO Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus mengupayakan peningkatan kualitas operasi pencarian dan pertolongan (SAR) serta penguatan strategi penanganan kedaruratan di seluruh wilayah Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam pertemuannya dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Syafii menekankan pentingnya penguatan kelembagaan Basarnas agar mampu hadir di setiap situasi darurat dengan response time yang ideal.
Saat ini, setiap kantor SAR dituntut mampu menjangkau hingga 33 kabupaten/kota, sehingga diperlukan penguatan struktur organisasi dan sumber daya.
“Untuk itu, dibutuhkan penguatan struktur organisasi dan sumber daya agar jangkauan layanan SAR dapat ditingkatkan secara nasional,” ujar Syafii.
Ia juga menegaskan bahwa tugas Basarnas memiliki karakter koordinasi lintas sektor sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014.
Oleh karena itu, diperlukan regulasi turunan yang memperjelas mekanisme koordinasi antar kementerian dan lembaga di bawah naungan Kemenko PMK.
“Baik dalam penanganan kebencanaan yang berada di bawah koordinasi Menko PMK, maupun kecelakaan transportasi yang berkaitan dengan Kementerian Perhubungan, termasuk mekanisme pemenuhan sarana dan prasarana seperti kapal dan pesawat negara,” jelasnya.
Baca Juga: Karbon Biru Penentu Masa Depan Ekonomi Pesisir dan Kepentingan Strategis Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Syafii juga menyampaikan perkembangan terkini sejumlah operasi SAR, di antaranya penanganan bencana tanah longsor di Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan Basarnas, baik dalam pelaksanaan operasi SAR maupun penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Menurut Pratikno, pihaknya akan mengagendakan pembahasan lanjutan guna merumuskan strategi penguatan Basarnas secara lebih komprehensif, termasuk bersama Kementerian Perhubungan.
“Tidak ada konflik kepentingan dalam koordinasi lintas kementerian. Kami bersama Kementerian Perhubungan akan menjadwalkan pembahasan lanjutan terkait strategi penguatan Basarnas,” tegas Pratikno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH









