Akurat

Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 5 Februari 2026

Shalli Syartiqa | 5 Februari 2026, 11:15 WIB
Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 5 Februari 2026

AKURAT.CO Hari ini bertepatan dengan tanggal 17 Syaban 1447 Hijriah.

Penting untuk mengetahui tanggal Hijriah karena menjadi patokan untuk menjalankan syariat Islam dan ibadah harian.

Berikut konversi tanggal Masehi ke Hijriah pada 5 Februari 2026, serta perbedaan penetapan awal bulan Ramadhan 1447 H menurut Kementerian Agama (Kemenag) dan Muhammadiyah.

Konversi Kalender Masehi ke Hijriah

Tanggal 5 Februari 2026 Masehi bertepatan dengan 17 Syaban 1447 Hijriah. Dalam kalender Jawa, tanggal ini adalah 17 Ruwah 1959 Ja dan wetonnya adalah Kamis Pon.

Kalender Hijriah menggunakan siklus sinodik bulan sebagai pedoman perhitungan, yang memiliki periode sekitar 29,53059 hari atau 29 hari, 12 jam, 44 menit, dan 3 detik.

Ketika jumlah hari ini dikalikan dengan 12 bulan, kalender Hijriah menghasilkan 354,36 hari dalam setahun, berbeda dengan kalender Masehi yang memiliki 365 hari. Perbedaan ini menyebabkan selisih 11 hari antara kedua kalender tersebut.

Perbedaan Penetapan Awal Ramadhan 1447 H

Terdapat potensi perbedaan dalam penetapan awal puasa Ramadhan 1447 H pada tahun 2026 antara pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

Perbedaan ini lumrah dalam sejarah penanggalan Islam di Indonesia karena adanya perbedaan kriteria dan metode.

Versi Pemerintah (Kementerian Agama RI)

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, 1 Ramadhan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pemerintah Indonesia menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Keputusan resmi pemerintah akan ditetapkan melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026 (29 Syaban 1447 H) setelah pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia.

Versi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan prinsip Matlak Global.

Dalam metode ini, jika ijtimak sudah terjadi dan bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka keesokan harinya sudah dianggap masuk bulan baru tanpa perlu menunggu hasil observasi mata telanjang (rukyat).

Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah bertujuan untuk menyatukan tanggalan umat Islam seluruh dunia agar tidak ada lagi perbedaan waktu.

Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (NU) secara konsisten menggunakan metode Rukyatul Hilal (pengamatan langsung) yang didukung dengan perhitungan hisab sebagai panduan awal.

Berdasarkan data astronomis sementara, NU diprediksi akan memulai awal puasa selaras dengan pemerintah, yaitu pada Kamis, 19 Februari 2026.

Lembaga Falakiyah PBNU akan melakukan pemantauan hilal pada sore hari tanggal 17 Februari 2026. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.