Pakar: Perekrutan ASN untuk Komcad Bukan Militerisme, Tapi Demi Menjaga Kedaulatan!

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia perlu menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi dinamika hubungan antar negara-negara terkuat di dunia yang kian tegang dan sarat ancaman.
Pendekatan keamanan yang inklusif (inclusive security) disebut menjadi salah satu kunci dalam menjaga kepentingan nasional di tengah situasi tersebut.
Pakar hubungan internasional dan geopolitik, Teguh Santosa, menilai konsep keamanan inklusif dapat diterapkan melalui penguatan alat utama sistem senjata (alutsista) hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ia pun menyambut baik rencana Kementerian Pertahanan yang akan merekrut sekitar 4.000 aparatur sipil negara (ASN) sebagai Komponen Cadangan (Komcad).
Menurut Teguh, kebijakan tersebut tidak serta-merta menjadikan masyarakat sipil bersifat militeristik, melainkan bertujuan memperkuat persatuan nasional serta menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif dalam menjaga kedaulatan negara.
“Komcad itu bagus, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kita dalam menjaga kedaulatan negara,” ujar pemegang gelar doktor ilmu hubungan internasional ini, saat dihubungi Akurat.co, Rabu (4/2/2026).
Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap suatu negara tidak hanya bersumber dari dalam negeri, tetapi juga dari faktor eksternal.
Karena itu, kesiapan nasional menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global. Kesiapan tersebut, lanjut Teguh, tercermin dari kemandirian bangsa.
Baca Juga: Kucing Sering Tidur di Kardus? Ini Alasannya
Dalam konteks ini, komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada pangan dan energi dinilai sebagai langkah strategis yang sejalan dengan penguatan ketahanan nasional.
Selain aspek pertahanan, Teguh juga menyoroti berbagai program prioritas pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta Sekolah Rakyat yang menyasar masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Ia menilai program-program tersebut merupakan langkah konkret dalam menciptakan stabilitas sosial dan ketahanan masyarakat secara menyeluruh.
“Program prioritas seperti MBG, Kopdes Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan lainnya itu bagian dari upaya mewujudkan ketahanan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan wacana merekrut lagi sebanyak 4.000 ASN dari kementerian dan lembaga di Jakarta untuk dilibatkan sebagai Komponen Cadangan pada semester pertama 2026.
“Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih. Untuk tahap awal, pelatihan dipusatkan di kementerian dan lembaga di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang,” ujar Sjafrie dalam agenda Retreat Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Cibodas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Sjafrie menjelaskan, ASN berusia 18 hingga 35 tahun akan mengikuti pelatihan dasar militer.
Setelah pelatihan selesai, para peserta akan kembali ke instansi masing-masing untuk melanjutkan tugas dan pengabdian.
Menurutnya, pelibatan ASN sebagai Komcad bertujuan menumbuhkan jiwa nasionalisme dan memperkuat cinta tanah air dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Baca Juga: Gibran Serap Nasihat Para Kiai di Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








