Berkat Sinergi Pemerintahan Prabowo, Transaksi Judi Online Turun Drastis ke Rp286 Triliun

AKURAT.CO Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, mengungkapkan sinergi antarlembaga di bawah arahan instruksi Presiden Prabowo Subianto, berhasil mematahkan tren kenaikan transaksi judi online yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Kemajuan teknologi keuangan seperti fintech dan aset kripto semula diprediksi akan membuat perputaran uang judi online melonjak tajam. PPATK sebelumnya memprediksi angka transaksi bisa menyentuh angka fantastis Rp1.100 triliun, jika tidak ada intervensi serius dari pemerintah.
"Jadi kemajuan fintech, kemajuan kripto, potensi judi online itu akan naik terus sampai Rp1.100 triliun. Itu prediksi kami dan itu tidak pernah salah," ujar Ivan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Berhasil Tekan Transaksi Judi Online, PPATK Juga Ikut Awasi Penyaluran Dana Program MBG
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hasil berbeda. Berkat kerja sama antara PPATK, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta lembaga terkait lainnya, angka tersebut berhasil ditekan hingga di bawah Rp300 triliun.
Ivan secara khusus memberikan apresiasi atas keberanian Presiden Prabowo Subianto, dalam memberantas ekosistem judi online. Menurutnya, tanpa ketegasan dari pucuk pimpinan negara, tekanan dari bandar dan jaringan judi online sangat sulit untuk ditembus.
Baca Juga: Main Judi Online Pakai Uang Negara, Mantan Camat Almuqarrom Natapradja Wajib Dipecat dari ASN
"Itu kalau bukan karena ketegasan Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, kita tidak pernah akan bisa mencapai sejarah menurunkan judi online karena tekanannya memang luar biasa besar," ungkapnya.
Berdasarkan data PPATK, tren transaksi judi online terus mengalami kenaikan sejak tahun 2017 hingga 2020. Penurunan hingga ke angka Rp286 triliun tahun ini dianggap sebagai pencapaian bersejarah.
Langkah ini bukan sekadar angka statistik, melainkan upaya nyata dalam menyelamatkan ekonomi masyarakat kecil yang selama ini menjadi korban utama. "Tahun lalu itu naik terus dari 2017, 2018, 2019, 2020 dan kita tekan habis sampai Rp286 triliun. Itu menyelamatkan banyak sekali saudara-saudara kita di luar sana," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









