Menhan Sjafrie Kokohkan Semangat Nasionalisme Anggota PWI

AKURAT.CO Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan motivasi sekaligus memperkokoh semangat nasionalisme peserta Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Dalam pembekalan tersebut, dia menekankan pentingnya nilai nasionalisme dan patriotisme sebagai fondasi bela negara. Dia menegaskan, bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 UUD 1945.
Menurutnya, negara harus mampu mempertahankan diri dari berbagai ancaman, baik yang bersifat militer maupun nonmiliter, fisik maupun nonfisik. Ancaman tersebut semakin kompleks seiring derasnya arus informasi dan dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Jaga Kepentingan Nasional, Menhan Yakin PWI Bisa Atasi Tantangan Digitalisasi
Oleh karena itu, Menhan menyebut insan pers memiliki peran strategis sebagai 'penjuru perang opini' yang tengah dihadapi bangsa. Wartawan dituntut selalu mengikuti perkembangan informasi, agar mampu membaca potensi ancaman sejak dini dan menyiapkan langkah antisipasi.
Antisipasi tersebut harus berpijak pada kepentingan nasional, dengan tujuan utama melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Tugas ini bukan semata tanggung jawab aparat pertahanan, melainkan kewajiban seluruh rakyat untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.
"Sebagai insan pers sangat diharapkan update terhadap perkembangan yang ada. Kita tidak boleh ketinggalan informasi, kita harus punya suatu antisipasi. Dimana antisipasi yang kita siapkan itu harus menjaga kepentingan nasional kita," kata Sjafrie di Pusat Kompetensi Bela Negara, di Cibodas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
Baca Juga: HPN 2026: Retret Bela Negara PWI-Kemhan Resmi Dimulai, Memperkuat Peran Strategis Pers Nasional
Dia juga menekankan bahwa semangat bela negara perlu ditopang oleh disiplin. Di era transformasi digital, tantangan yang dihadapi insan pers tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga penguatan nasionalisme kebangsaan.
"Tantangan yang dialami bapak dan ibu sekalian adalah tantangan digitalisasi dan tantangan nasionalisme kebangsaan," ungkapnya.
Oleh karena itu, Sjafrie menilai perlunya barisan yang kuat dalam menghadapi tantangan tersebut. Dia berharap, PWI memiliki keberanian dan komitmen untuk konsisten menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika perang opini yang kian menguat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









