Tekan Risiko Banjir, Pemprov Jakarta Percepat Normalisasi Kali Cakung Lama dan Ciliwung

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memprioritaskan percepatan normalisasi Kali Cakung Lama dan Sungai Ciliwung, sebagai langkah utama mengatasi dampak curah hujan tinggi yang belakangan kerap mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan langkah ini diambil untuk menekan risiko banjir yang masih menjadi persoalan rutin Jakarta, terutama di kawasan bantaran sungai.
Dia menjelaskan, fokus penanganan banjir saat diarahkan pada dua sungai itu, karena dinilai paling membutuhkan intervensi cepat. Sementara itu, Kali Krukut yang sebelumnya kerap menjadi titik rawan banjir, pada periode hujan kali ini relatif aman.
Baca Juga: Pramono Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Rampung Akhir 2027
"Kebetulan Kali Krukut kali ini tidak terdampak banjir, sehingga dengan demikian konsentrasi yang ada diutamakan untuk segera dimulai normalisasi Kali Cakung Lama dan kedua Ciliwung," kata Pramono usai memimpin Rapat Terbatas (Ratas) di Balairung, Balai Kota Jakarta, Kamis (30/1/2026).
Normalisasi sungai menjadi salah satu strategi jangka menengah Pemprov Jakarta dalam pengendalian banjir. Upaya ini meliputi pelebaran dan pendalaman sungai, pembangunan tanggul, serta penataan kawasan bantaran sungai yang selama ini rawan luapan air saat hujan deras.
Dalam rapat terbatas tersebut, Pemprov Jakarta juga memutuskan sejumlah wilayah terdampak normalisasi sungai untuk segera dibangun tanggul guna mencegah limpasan air ke permukiman warga. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya intensitas hujan yang berdampak pada naiknya debit air sungai.
Menurutnya, pembangunan tanggul di Sungai Ciliwung akan menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum. Adapun normalisasi Kali Cakung Lama sepenuhnya akan dikerjakan oleh Pemprov Jakarta, termasuk pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk mendukung proyek tersebut.
Dia menyebutkan, kebutuhan anggaran untuk normalisasi dan pembebasan lahan di Kali Cakung Lama diperkirakan mencapai Rp132 miliar. Anggaran tersebut disiapkan untuk memastikan proyek dapat berjalan tanpa hambatan, mengingat kawasan di sekitar sungai telah padat permukiman.
Baca Juga: Pengerukan Kali dan Normalisasi Tiga Sungai Jadi Prioritas untuk Tangani Banjir Jakarta
"Dan itu akan menjadi prioritas kami dalam rangka penanganan untuk banjir jangka menengah tadi," pungkasnya.
Sebagai informasi, Jakarta masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian banjir akibat kombinasi curah hujan tinggi, kondisi topografi yang rendah, serta alih fungsi lahan di daerah resapan.
Normalisasi sungai dan pembangunan tanggul menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Jakarta, untuk meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi dampak banjir bagi warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja





