Akurat

Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 30 Januari 2026

Shalli Syartiqa | 30 Januari 2026, 11:36 WIB
Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 30 Januari 2026

AKURAT.CO Tanggal 30 Januari 2026 bertepatan dengan 11 Syaban 1447 Hijriah, sebuah momen penting bagi umat Muslim yang bersiap menyambut Ramadan.​

Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia melibatkan dua metode utama, rukyatul hilal oleh Kemenag dan hisab hakiki wujudul hilal oleh Muhammadiyah.

Berikut konversi tanggal serta perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah.

Tanggal 30 Januari 2026 dalam Kalender Hijriah

Tanggal 30 Januari 2026 Masehi bertepatan dengan 11 Syaban 1447 Hijriah.

Penetapan tanggal ini merupakan bagian dari kalender Hijriah yang menjadi panduan penting bagi umat Islam di seluruh dunia untuk menentukan jadwal ibadah dan hari-hari besar keagamaan.

Sistem Kalender Hijriah dan Perbandingannya dengan Masehi

Kalender Hijriah didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi, dikenal sebagai siklus sinodik Bulan. Satu siklus sinodik berlangsung sekitar 29 hari, 12 jam, 44 menit, dan 3 detik.

Ini berbeda dengan kalender Masehi yang mengacu pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari atau siklus tropis Matahari.

Akibat perbedaan dasar perhitungan ini, jumlah hari dalam setahun Hijriah (354 atau 355 hari) lebih sedikit dibandingkan dengan tahun Masehi (365 atau 366 hari).

Perbedaan Metode Penetapan Awal Bulan Hijriah di Indonesia

Di Indonesia, terdapat dua lembaga utama yang menjadi rujukan dalam penetapan kalender Hijriah, yaitu Kementerian Agama (Kemenag) dan Muhammadiyah.

Keduanya memiliki metode yang berbeda dalam menentukan awal bulan baru Hijriah, termasuk penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Metode Kemenag

Kementerian Agama menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap hilal (bulan baru). Apabila hilal terlihat, maka bulan baru dimulai, tetapi jika tidak, bulan sebelumnya digenapkan menjadi 30 hari.

Kemenag juga akan melakukan sidang isbat pada akhir bulan Syakban untuk menetapkan awal Ramadan. Berdasarkan kalender Hijriah yang dikeluarkan Kemenag, perkiraan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026.

Metode Muhammadiyah

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, sebuah perhitungan astronomi yang lebih mengandalkan posisi Matahari dan Bulan.

Dengan metode ini, awal bulan Hijriah dapat ditentukan tanpa harus melihat hilal secara langsung. ​

Berdasarkan perhitungan Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H akan dimulai pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Perbedaan metode ini sering kali menjadi penyebab perbedaan penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri antara Kemenag dan Muhammadiyah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.