Akurat

Kabar Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat Lagi, Siapa yang Diganti dan Jadi Pengganti?

Naufal Lanten | 28 Januari 2026, 15:18 WIB
Kabar Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat Lagi, Siapa yang Diganti dan Jadi Pengganti?
 
AKURAT.CO Isu reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menjadi perbincangan hangat di panggung politik nasional. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan tengah menyiapkan perombakan kabinet dalam waktu dekat—yang jika benar terjadi, akan menjadi reshuffle kelima sejak ia dilantik pada 20 Oktober 2024.

Sejumlah menteri hingga pejabat setingkat menteri disebut masuk radar evaluasi, sementara beberapa figur lain mulai dikaitkan sebagai calon pengganti. Kabar ini langsung memicu spekulasi publik, terutama karena sepanjang 2025 Presiden Prabowo tercatat sudah empat kali melakukan perombakan kabinet.

Lalu, siapa saja nama yang disebut-sebut terdampak? Siapa pula yang masuk bursa kabinet? Berikut rangkuman lengkapnya.


Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat Lagi

Desas-desus perombakan kabinet menguat setelah sejumlah menteri dikabarkan berpotensi diganti. Dari lingkaran pemerintah, respons yang muncul pun beragam.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengaku belum mengetahui soal rencana reshuffle. Ia menegaskan bahwa urusan perombakan kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden.

Berbeda dengan Sugiono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memilih tidak memberikan komentar ketika ditanya wartawan usai menghadiri sebuah acara di Jakarta Pusat.


Tujuh Nama Menteri yang Diisukan Terdampak

Dalam berbagai pemberitaan, setidaknya ada tujuh pejabat yang disebut masuk daftar potensi reshuffle kabinet Prabowo:

  1. Pratikno – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

  2. Sugiono – Menteri Luar Negeri

  3. Sakti Wahyu Trenggono – Menteri Kelautan dan Perikanan

  4. Muhammad Qodari – Kepala Staf Kepresidenan

  5. Meutya Hafid – Menteri Komunikasi dan Digital

  6. Natalius Pigai – Menteri Hak Asasi Manusia

  7. Widiyanti Putri – Menteri Pariwisata

Meski belum ada konfirmasi resmi dari Istana, nama-nama tersebut terus diperbincangkan publik seiring intensnya spekulasi politik.


Bursa Kabinet: Siapa yang Disebut Calon Pengganti?

Selain daftar pejabat yang berpotensi diganti, muncul pula beberapa figur yang dikaitkan dengan posisi strategis di Kabinet Merah Putih.

Tiga nama yang paling sering disebut adalah:

  • Budisatrio Djiwandono, yang dikabarkan berpeluang masuk kabinet sebagai Menteri Luar Negeri

  • Angga Raka Prabowo, disebut-sebut akan mengisi kursi Menteri Komunikasi dan Digital

  • Juda Agung, dinilai sebagai kandidat kuat Wakil Menteri Keuangan

Nama-nama ini langsung memicu perhatian karena sebagian berasal dari posisi kunci di DPR maupun lembaga negara.


Budisatrio Djiwandono Bantah Isu Masuk Kabinet

Spekulasi mengenai Budisatrio Djiwandono muncul setelah pernyataan bernada canda dari Utut Adianto yang mengisyaratkan kemungkinan perpindahan dari legislatif ke eksekutif.

Namun, Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu menepis kabar tersebut. Ia menegaskan masih fokus menjalankan tugas di parlemen.

Ia kembali menegaskan belum ada rencana meninggalkan DPR maupun bergabung ke kabinet pemerintahan Presiden Prabowo.


Pos Menkomdigi Ikut Disorot

Kementerian Komunikasi dan Digital juga menjadi salah satu sorotan dalam isu reshuffle kabinet Prabowo.

Nama Angga Raka Prabowo—yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah—digadang-gadang bakal menggantikan Meutya Hafid.

Meski begitu, Meutya kembali memilih bungkam ketika dimintai tanggapan terkait kabar perombakan kabinet.


Juda Agung Disebut Kandidat Terkuat Wamenkeu

Di sektor ekonomi, sorotan tertuju pada kursi Wakil Menteri Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa Juda Agung merupakan salah satu calon terkuat untuk posisi tersebut.

Pergantian ini mencuat setelah Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam rapat Komisi XI DPR RI pada 27 Januari 2026.

Menurut Purbaya, terdapat kemungkinan tukar guling jabatan antara Thomas dan Juda Agung.

Juda Agung sendiri dikenal sebagai ekonom senior dan bankir sentral. Saat ini ia menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2022–2027. Kariernya di BI dimulai sejak 1991, dengan sejumlah posisi strategis seperti Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial. Ia juga pernah menjadi Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) mewakili South-East Asia Voting Group.

Lulusan doktor dari University of Birmingham ini dikenal memiliki keahlian di bidang kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, hingga pengembangan ekonomi hijau.


Rekam Jejak Empat Kali Reshuffle di Era Prabowo

Isu reshuffle jilid kelima tidak muncul tanpa konteks. Sepanjang 2025, Presiden Prabowo tercatat sudah empat kali melakukan perombakan kabinet, baik pada level menteri, wakil menteri, hingga kepala lembaga.

Perombakan pertama berlangsung pada 19 Februari 2025, ketika Satryo Soemantri Brodjonegoro dicopot dari posisi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan digantikan Brian Yuliarto. Pada momen yang sama, Presiden juga melantik sejumlah pimpinan lembaga seperti BPKP, BPS, dan BSSN.

Gelombang kedua terjadi pada 8 September 2025 dan menyasar lima kementerian strategis. Dalam reshuffle besar ini, Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, sementara sejumlah menteri lain dicopot atau digeser, termasuk Budi Gunawan dari posisi Menko Polkam dan Dito Ariotedjo dari jabatan Menpora.

Tak berselang lama, pada 17 September 2025, Presiden kembali melantik tiga menteri dan tiga wakil menteri. Di antaranya Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam, Erick Thohir sebagai Menpora, hingga penunjukan Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan serta Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Reshuffle keempat berlangsung pada 8 Oktober 2025. Saat itu Presiden melantik dua wakil menteri—Wamendagri dan Wamenkes—serta sejumlah pejabat lain, termasuk Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN serta asisten khusus presiden.


Akankah Reshuffle Kabinet Prabowo Jilid 5 Terjadi?

Jika isu terbaru ini benar-benar terealisasi, maka reshuffle kabinet kali ini akan menjadi yang kelima sejak awal pemerintahan Prabowo Subianto.

Sejauh ini, belum ada pengumuman resmi dari Istana. Namun, intensitas spekulasi serta respons para pejabat membuat publik menunggu langkah berikutnya dari Presiden.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan isu reshuffle kabinet Prabowo dan dinamika politik nasional terbaru, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden, PAN Ingin Penggantian Menteri Bawa Perbaikan Nyata

Baca Juga: Eddy Soeparno Pede Menteri dari PAN Aman dari Reshuffle: Mereka Kerja Cepat dan Efektif

FAQ

1. Apa itu reshuffle kabinet?

Reshuffle kabinet adalah perombakan susunan menteri atau pejabat setingkat menteri oleh Presiden. Langkah ini biasanya dilakukan untuk evaluasi kinerja, penyesuaian kebijakan, atau kebutuhan strategis pemerintahan.

2. Benarkah Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle kabinet lagi?

Saat ini belum ada pengumuman resmi dari Istana. Namun, isu reshuffle kembali mencuat dan sejumlah pejabat telah dimintai tanggapan terkait kabar tersebut.

3. Mengapa reshuffle ini disebut sebagai jilid kelima?

Karena sepanjang tahun 2025 Presiden Prabowo tercatat sudah empat kali melakukan perombakan kabinet. Jika isu terbaru terealisasi, maka ini akan menjadi reshuffle kelima sejak ia dilantik pada 20 Oktober 2024.

4. Siapa saja menteri yang diisukan terdampak reshuffle?

Ada tujuh nama yang disebut-sebut berpotensi diganti, yakni Pratikno, Sugiono, Sakti Wahyu Trenggono, Muhammad Qodari, Meutya Hafid, Natalius Pigai, dan Widiyanti Putri.

5. Apakah para menteri tersebut sudah dikonfirmasi akan diganti?

Belum. Sebagian menteri menyatakan belum mengetahui rencana reshuffle, sementara lainnya memilih tidak memberikan komentar.

6. Siapa saja tokoh yang masuk bursa kabinet?

Beberapa figur yang dikabarkan masuk bursa antara lain Budisatrio Djiwandono, Angga Raka Prabowo, dan Juda Agung.

7. Apa tanggapan Budisatrio Djiwandono soal isu masuk kabinet?

Budisatrio menegaskan dirinya masih fokus bertugas sebagai pimpinan Komisi I DPR RI dan membantah kabar akan bergabung ke eksekutif.

8. Mengapa posisi Menkomdigi ikut disorot?

Karena muncul spekulasi bahwa Angga Raka Prabowo akan menggantikan Meutya Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Digital, meski belum ada pernyataan resmi dari Presiden.

9. Siapa Juda Agung dan mengapa disebut kandidat kuat Wamenkeu?

Juda Agung adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2022–2027. Ia dikenal sebagai ekonom senior dengan pengalaman panjang di Bank Indonesia dan IMF, sehingga dinilai kuat untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan.

10. Kapan reshuffle kabinet Prabowo terakhir dilakukan?

Reshuffle terakhir berlangsung pada 8 Oktober 2025, ketika Presiden melantik sejumlah wakil menteri dan pejabat lembaga negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.