Ketum Gus Yahya Intensif Sowan Rais Aam di Tengah Persiapan Harlah NU ke-100

AKURAT.CO Proses islah di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih terus berjalan meski belum sepenuhnya tuntas. Di tengah dinamika persiapan peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 Masehi, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tercatat melakukan komunikasi intensif dan serangkaian sowan kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Upaya tersebut berlangsung sejak akhir Desember 2025 hingga menjelang puncak Harlah NU yang dijadwalkan pada 31 Januari 2026. Salah satu momen penting dalam rangkaian ikhtiar islah terjadi pada 25 Desember 2025 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Dalam forum yang dihadiri sejumlah kiai sepuh, antara lain KH Ma’ruf Amin dan KH Anwar Manshur, Gus Yahya secara simbolik mengantarkan tongkat Rais Aam yang tertinggal, sekaligus memohon waktu sowan untuk melanjutkan proses islah.
Baca Juga: Rais Aam PBNU Minta Gus Yahya Tunda Pelaksanaan Harlah NU
Sehari berselang, pada 26 Desember 2025, Gus Yahya bersama sejumlah tokoh PBNU sowan ke kediaman Rais Aam di Pondok Miftachussunnah, Kedung Tarukan, Surabaya. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana cair dan penuh keakraban. Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan silaturahmi pada waktu berikutnya.
Pertemuan lanjutan dilaksanakan pada 28 Desember 2025. Dalam kesempatan itu, tidak ada pembahasan mengenai sengketa organisasi. Agenda pertemuan lebih diisi dengan shalawat, makan bersama, dan penguatan ukhuwah, sebagai bagian dari upaya merawat suasana kebatinan di antara para pimpinan PBNU.
Karena kondisi kesehatan Rais Aam, pertemuan berikutnya baru dapat terlaksana pada 12 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah agenda penting, mulai dari rencana Rapat Gabungan Syuriah–Tanfidziyah, Rapat Pleno PBNU, hingga persiapan peringatan Harlah NU ke-100 di Jakarta.
Dalam pembahasan itu, Rais Aam disebut menyetujui pelaksanaan Harlah NU pada 31 Januari 2026. Ia juga mengusulkan agar undangan kepada Presiden Republik Indonesia ditandatangani oleh empat pimpinan PBNU sebagai simbol normalisasi dan kebersamaan organisasi.
Namun demikian, hingga pertengahan Januari 2026, proses administrasi terkait agenda tersebut belum sepenuhnya rampung. Komunikasi lanjutan yang dilakukan Gus Yahya, baik melalui pesan singkat maupun permohonan sowan, disebut tidak selalu mendapat respons cepat dari Rais Aam, yang tengah mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Baca Juga: Soal Aliran Dana ke PBNU, Tersangka Korupsi Kuota Haji: Tanya Penyidik
Di tengah situasi tersebut, undangan Harlah NU ke-100 tetap dicetak dan disebarkan. Langkah ini kemudian memicu pernyataan publik dari sejumlah pihak, termasuk surat tabayun dari Rais Aam, yang kembali membuka ruang diskusi publik mengenai arah, tempo, dan mekanisme islah di tubuh PBNU.
Hingga kini, proses islah PBNU masih terus berlangsung. Sejumlah kalangan menilai, dinamika yang terjadi mencerminkan kompleksitas tata kelola organisasi besar seperti NU, yang menuntut keseimbangan antara etika struktural, komunikasi personal, dan kearifan kolektif para kiai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









