Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 28 Januari 2026

AKURAT.CO Hari Rabu (28/1/2026), bertepatan dengan tanggal 9 Syaban 1447 Hijriah, sebagaimana tercantum dalam kalender Islam.
Kalender ini penting bagi umat Islam di Indonesia untuk merencanakan kegiatan ibadah dan aktivitas sepanjang tahun.
Berikut kalender Islam untuk 28 Januari 2026, termasuk perbedaan penetapan awal Ramadan antara Kemenag dan Muhammadiyah.
Tanggal 28 Januari 2026 dalam Kalender Hijriah
Pada hari Rabu, 28 Januari 2026, tanggal Masehi ini dikonversi menjadi 9 Syaban 1447 Hijriah.
Kalender Hijriah dan Perbedaannya dengan Masehi
Kalender Hijriah berfungsi sebagai acuan bagi umat Islam untuk menentukan waktu pelaksanaan ibadah wajib maupun sunah, serta menetapkan hari-hari besar Islam yang memiliki nilai historis dan spiritual. Kalender Hijriah memiliki perhitungan yang berbeda dengan kalender Masehi.
Perhitungan kalender Hijriah didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi atau siklus sinodik Bulan.
Siklus sinodik Bulan berlangsung selama 29 hari, 12 jam, 44 menit, dan 3 detik. Sebaliknya, kalender Masehi didasarkan pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari atau siklus tropis Matahari.
Perbedaan ini menyebabkan adanya selisih hari dalam setahun antara kedua sistem penanggalan. Satu tahun Hijriah memiliki 354 atau 355 hari, dengan tahun kabisat untuk menyesuaikan siklus bulan.
Sementara itu, kalender Masehi dalam satu tahun memiliki 365 hari atau 366 hari pada tahun kabisat. Oleh karena itu, konversi diperlukan untuk mengetahui tanggal Hijriah yang akurat.
Metode Penetapan Awal Bulan Hijriah
Di Indonesia, terdapat dua rujukan utama dalam penetapan kalender Hijriah: Kementerian Agama (Kemenag) dan Muhammadiyah. Keduanya memiliki metode perhitungan yang berbeda.
Metode Kemenag
Kementerian Agama menggunakan metode rukyatul hilal untuk penetapan awal bulan Hijriah. Secara bahasa, rukyat berarti “melihat”, dan dalam konteks penentuan awal bulan dimaknai sebagai kegiatan mengamati hilal atau bulan baru di ufuk.
Pengamatan dapat dilakukan baik dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu seperti teropong.
Kemenag akan melaksanakan pemantauan hilal dan sidang isbat pada akhir bulan Syaban 1447 H untuk menentukan awal puasa Ramadan. Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kemenag, perkiraan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026.
Metode Muhammadiyah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1447 H akan dimulai pada Rabu (18/2/2026). Keputusan ini disampaikan melalui maklumat resmi yang ditandatangani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal sebagai acuannya. Metode ini merupakan perhitungan astronomi yang menggabungkan data posisi Matahari dan Bulan secara akurat.
Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah dapat menentukan awal Ramadan, Syawal, maupun Zulhijah tanpa bergantung pada pengamatan langsung. Perbedaan metode ini menyebabkan potensi perbedaan tanggal awal Ramadan antara Muhammadiyah dan pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









