Cucun Perkuat Koordinasi Terkait Penanganan Longsor di Bandung Barat

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan duka mendalam atas bencana longsor yang terjadi di Bandung Barat. Dia mengaku telah melakukan koordinasi langsung karena wilayah tersebut merupakan daerah pemilihannya.
"Kita terus bagaimana setiap kejadian termasuk terbaru kemarin ya kita sampaikan turut prihatin dan itu dapil saya juga. Di sana saya sudah terus lakukan koordinasi dan terus lakukan evaluasi stakeholder," kata Cucun, dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dia menyebut, operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pencarian korban di tengah kondisi hujan yang masih berlangsung. Proses pencarian korban pun masih dilakukan oleh Basarnas, dengan dukungan tim Disaster Victim Identification (DVI).
Baca Juga: Kapolri Ucapkan Belasungkawa Atas Tewasnya Dua Polisi Saat Evakuasi Bencana Longsor Bandung Barat
"Basarnas sampai semalam sudah terus setiap hari ya kalau update-nya ya teman-teman mungkin lebih lebih punya kontributor di daerah, udah berapa puluh kantong yang apa ditemukan hasil dari DVI ya yang sudah dikirim dari Basarnas," tuturnya.
Dia berharap kondisi cuaca membaik agar seluruh korban dapat segera ditemukan, sekaligus memastikan hak-hak masyarakat terdampak terpenuhi.
"Mohon doanya semoga ya cuaca sampai masa waktu tenggang pencarian ini cuacanya baik dan korban yang tertimbun bisa segera ditemukan dan hak-hak masyarakat, hak-hak rakyat terkait bagaimana yang terkena dampak rumahnya rusak harus relokasi," katanya.
Dia menegaskan DPR akan mengawasi pemenuhan hak korban, mulai dari relokasi hunian sementara hingga santunan bagi korban meninggal dunia.
"Kalau diperlukan huntara-huntara dulu, kalau misalkan bisa dilakukan langsung huntap hunian tetap, termasuk hak-hak santunan korban yang meninggal kami DPR terus mengawasi setiap leading sector terutama itu di Kementerian Sosial ya," jelas Cucun.
Selain itu, DPR telah sejak jauh hari mendorong pemerintah memperkuat mitigasi bencana, menyusul meningkatnya intensitas cuaca ekstrem yang belakangan memicu sejumlah bencana alam, termasuk longsor di Kabupaten Bandung Barat.
Baca Juga: Apa Penyebab Longsor di Cisarua Bandung Barat Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Lengkap Badan Geologi
Cucun menyampaikan DPR melalui Tim Pengawas (Timwas) Kebencanaan telah melakukan koordinasi lintas fraksi dan lintas komisi sejak dua bulan, sebelum terjadinya bencana besar di Sumatera.
"Saya jawab dulu tentang mitigasi bencana. Kita sama-sama saksikan waktu itu Timwas Bencana sudah dua bulan ke belakang sebelum kejadian Sumatera itu kita melakukan koordinasi. Jadi kan di sini kita terbentuk semua teman-teman lintas fraksi, lintas komisi yang berkaitan dengan kebencanaan kita undang," ujar Cucun.
Menurutnya, DPR juga melibatkan mitra kerja pemerintah dalam koordinasi tersebut dan telah menyampaikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di akhir dan awal tahun.
"Dan dari mitra juga sama. Kita sudah memperingatkan kepada pemerintah, mitra kita untuk memitigasi bagaimana cuaca ekstrem yang akan terjadi di akhir tahun sama awal tahun ini," katanya.
Cucun menegaskan fungsi pengawasan DPR terus berjalan, termasuk memastikan akurasi prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Makanya sekarang proses pengawasan kita terus. Ya jangan sampai nanti BMKG memberikan berita atau memberikan hasil estimasi prediksinya malah kejadiannya yang diprediksi misalkan di selatan terjadi di utara," ucapnya.
Dia menambahkan, penanganan darurat bencana berada di bawah komando Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang juga menjadi fokus pengawasan DPR.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








