Akurat

Denny JA Donasikan Seluruh Dana BRICS Literature Award untuk Pengembangan Sastra Dunia

Oktaviani | 25 Januari 2026, 20:05 WIB
Denny JA Donasikan Seluruh Dana BRICS Literature Award untuk Pengembangan Sastra Dunia

AKURAT.CO Sastrawan dan intelektual Indonesia, Denny JA, mendonasikan seluruh dana yang diterimanya dari BRICS Literature Award 2025 untuk pengembangan sastra dunia melalui Denny JA Foundation.

Donasi tersebut diberikan secara penuh, tanpa potongan, dan bukan bersifat simbolik.

Keputusan itu disampaikan bertepatan dengan peresmian BRICS Literature Award yang untuk pertama kalinya digelar pada akhir Januari 2026 di Kairo, Mesir, bertepatan dengan rangkaian Pameran Buku Internasional Kairo.

Penghargaan sastra BRICS secara resmi diserahkan pada 24 Januari 2026 di Hall Internasional Pameran Buku Kairo oleh Direktur Eksekutif Penghargaan BRICS Aleksander Okstovich, didampingi Direktur Eksekutif BRICS Literature Network Vadim Terekhin, serta Koordinator BRICS Mesir Douha Mostafa.

Penghargaan perdana ini diberikan kepada dua sastrawan terpilih melalui proses seleksi ketat dan lintas negara.

Tahapan dimulai dari daftar panjang lebih dari 30 nama yang diumumkan di Brasil, dilanjutkan dengan 10 nominasi daftar pendek di Jakarta, hingga penetapan pemenang di Rusia.

Penghargaan utama diraih Salwa Bakr, sastrawan terkemuka asal Mesir yang dikenal sebagai suara penting perempuan dalam sastra Arab.

Karya-karyanya, berupa tujuh novel, tujuh kumpulan cerpen, dan sebuah drama, telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia.

Baca Juga: 4.500 Umat Buddha Doa Bersama di NICE PIK 2, Panjatkan Perdamaian dan Pemulihan Ekonomi Indonesia

Sementara itu, Penghargaan Khusus untuk Inovasi di Bidang Sastra dianugerahkan kepada Denny JA atas kontribusinya dalam mengembangkan puisi esai, genre sastra yang memadukan riset faktual, empati kemanusiaan, dan kekuatan bahasa liris.

Dalam sambutannya, Vadim Terekhin menegaskan bahwa BRICS Literature Award merupakan penanda penting bahwa sastra negara-negara BRICS akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap budaya global.

Karya para pemenang direncanakan akan diterjemahkan ke dalam sepuluh bahasa dunia.

Karena agenda internasional di World Economic Forum, Denny JA tidak hadir langsung di Kairo. Ia diwakili oleh Sastri Bakry, Koordinator Sastra BRICS Indonesia, yang membacakan pidato penerimaan penghargaan.

Dalam pidatonya, Denny JA menyampaikan refleksi tentang pentingnya memperluas pusat-pusat pengakuan sastra dunia.

Menurutnya, sastra tidak seharusnya bergantung pada satu poros penghargaan global semata.

“BRICS Literature Award bukan untuk menggantikan Nobel, melainkan melengkapinya. Sastra adalah percakapan tanpa pusat, tempat setiap bahasa dan pengalaman manusia memiliki hak untuk didengar,” demikian petikan pidatonya.

Ia menegaskan, keputusan mendonasikan seluruh dana penghargaan merupakan bentuk komitmen moral bahwa sastra bukan sekadar prestasi individu, melainkan ekosistem bersama yang harus dirawat dan diwariskan.

“Sastra hidup bukan karena penghargaan, tetapi karena ada yang memilih memberi, bukan menyimpan,” pungkasnya.

Baca Juga: Kraken Akuisisi Breakout, Prop Trading Kripto Masuk Fase Institusi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.