Program CKG Jangkau 70 Juta Peserta Sepanjang 2025, Terus Digelar untuk Umum dan Siswa Sekolah

AKURAT.CO Sebanyak 70 juta orang telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis atau Program CKG sepanjang tahun 2025.
Total ada 10.225 puskesmas yang menyelenggarakan Program CKG di 38 provinsi.
"Kita sudah periksa 70 juta masyarakat Indonesia di 38 provinsi. Dari keseluruhan puskesmas kita 10.300, ini 10.225 sudah menyelenggarakan. Memang masih ada beberapa puskesmas yang belum menyelenggarakan, terutama ini di daerah-daerah yang sangat sulit," jelas Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Partisipasi perempuan tercatat sebanyak 54,39 persen atau 39,58 juta orang, sementara laki-laki 45,61 persen atau 33,2 juta orang.
Maria menyebut provinsi dengan jumlah pelaksanaan Program CKG terbanyak yaitu Jawa Tengah sebanyak 14,4 juta orang, Jawa Timur (13 juta), dan Jawa Barat (10 juta).
Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, bayi baru lahir (usia dua hari) merupakan peserta paling banyak. Sebanyak 2,3 juta dari 4,4 juta bayi (52 persen) mengikuti Program CKG pada 2025.
Baca Juga: MBG hingga CKG, Program Sosial Masif Warnai Satu Tahun Pemerintahan Prabowo
Kemudian, 19,7 juta dari 48 juta (41 persen) anak usia sekolah dan remaja (7-17 tahun) dan 2,7 juta dari 27 juta (10 persen) balita dan usia prasekolah (1-6 tahun). Diikuti 31 juta dari 170 juta (18 persen) orang dewasa usia 18-59 tahun serta 6 juta dari 34 juta (18 persen) lansia usia 60 tahun ke atas.
Selain melaksanakan untuk umum, pemerintah juga menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis di sekolah, madrasah, dan pesantren. Tercatat ada 25 juta peserta Program CKG di 202.284 sekolah.
Endang mengatakan, Program CKG akan terus berlanjut baik untuk umum maupun anak-anak sekolah.
"Ini akan terus ya. Di awal tahun ini pun sebetulnya di daerah-daerah sudah berjalan. CKG berjalan terus, tidak berhenti. Juga di sekolah juga berjalan terus," katanya.
Meski sudah berlangsung setahun, Kemenkes menemukan baru 45 persen masyarakat yang tahu soal Program CKG. Hal ini jadi evaluasi dalam pelaksanaannya.
"Dari hasil evaluasi Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan kita, ternyata baru 45 persen masyarakat yang tahu CKG. Ini pertengahan tahun lalu. Jadi kita memang masih perlu meningkatkan awareness dari masyarakat," ujar Endang.
Bertalian dengan itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan pada 2026 ini pemerintah bakal memulai pengobatan gratis sebagai tindak lanjut hasil Program CKG.
Baca Juga: Hasil CKG: Jakarta Jadi Wilayah dengan Kasus Depresi dan Kecemasan Tertinggi
Pengobatan gratis ini berlaku selama 15 hari pertama dan selanjutnya berbayar bagi warga yang tidak menjadi peserta BPJS Kesehatan.
"Gratisnya ini 15 hari pertama untuk seluruh 280 juta rakyat Indonesia. Sisanya, teman-teman harus pastikan, komunikasikan, masyarakat yang memiliki BPJS itu gratis. Tapi, kalau masyarakatnya tidak memiliki BPJS, ya dia harus bayar setelah 15 hari," jelas Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








