Skema Virtual Account dalam Pendanaan MBG Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran

AKURAT.CO Komisi IX DPR menyambut positif skema penyaluran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui virtual account yang langsung ditransfer kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kementerian Keuangan.
Menurut Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, langkah itu merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola Program MBG agar lebih transparan, akuntabel dan tepat sasaran.
"Skema virtual account ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga akuntabilitas anggaran publik. Dengan mekanisme ini, alur dana menjadi lebih jelas dan dapat dipantau secara realtime," ujar Netty, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Pengawasan langsung oleh Kemenkeu terhadap saldo dan penggunaan dana di setiap SPPG merupakan langkah penting untuk meminimalkan potensi penyimpangan. Sekaligus memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan gizi penerima manfaat MBG.
Pasalnya, Program MBG menggunakan dana publik yang menyangkut pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan.
Baca Juga: 2,5 Juta Orang Kembali Bekerja, Progres Program MBG Sangat Cepat
"Karena itu, pengelolaannya harus hati-hati, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Netty.
Dia mengingatkan bahwa perubahan skema pendanaan juga perlu diiringi dengan penguatan kapasitas pengelola SPPG di daerah. Khususnya dalam aspek perencanaan belanja, administrasi keuangan, dan pelaporan.
"Kita perlu memastikan bahwa para pengelola di lapangan mendapatkan pendampingan yang memadai. Jangan sampai beban administrasi justru menghambat fokus utama mereka dalam menyediakan makanan bergizi yang aman dan berkualitas," jelasnya.
Fleksibilitas yang diberikan melalui skema ini, termasuk ruang bagi SPPG untuk bekerja sama langsung dengan petani dan pemasok pangan lokal.
Hal tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga kesegaran bahan pangan.
"MBG adalah program strategis jangka panjang. Dengan sistem yang semakin tertata, pengawasan yang kuat serta komunikasi publik yang baik, kita berharap manfaat program ini dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan," ujar Netty.
Baca Juga: Jaga Mutu MBG, 4.535 SPPG Sudah Lulus SLHS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








