Karena itu, salat tidak hanya memiliki nilai kesalehan spiritual tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kelestarian alam.
"Salat yang dilaksanakan dengan penghayatan dan pemahaman yang benar akan melahirkan pribadi yang berkesadaran tinggi, memiliki kepekaan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan," ujar Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, salat yang dilakukan secara benar mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan ekologis.
Ia juga menyoroti bagaimana syarat sahnya salat. Prinsip ini mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan, tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, gerakan dan tata tertib salat mengandung pesan kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri dalam membangun dan memanfaatkan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.
Menag mengungkapkan bahwa esensi Isra Mikraj menunjukkan Islam sebagai fondasi etika ekologis. Konsep tauhid mengimplikasikan kesatuan ciptaan (unity of creation). Bahwa alam semesta merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah SWT.
"Merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah, sementara menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari manifestasi keimanan dan ketaatan kepada-Nya," jelasnya.
Melalui peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah, Menag mengajak seluruh umat menjadikannya sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Ia menilai krisis lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut hadirnya kesalehan yang utuh, yakni kesalehan yang tidak hanya tercermin dalam ketaatan beribadah, tetapi juga dalam sikap menjaga keseimbangan alam dan menggunakan sumber daya secara bijaksana.
"Kesalehan sejati bukan hanya yang menghubungkan kita ke langit, tetapi juga yang menjaga bumi tempat kita berpijak," katanya.
"Semoga peringatan Isra Mikraj ini menjadi titik balik bagi kita semua dalam di menguatkan kesalehan spiritual, kesalehan sosial yang menjunjung tinggi keadilan dan kemaslahatan, serta kesalehan ekologi yang diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kelestarian alam," jelas Menag.