Akurat

Kunjungan Prabowo Tegaskan Komitmen Pembangunan IKN Terus Berlanjut

Paskalis Rubedanto | 15 Januari 2026, 19:16 WIB
Kunjungan Prabowo Tegaskan Komitmen Pembangunan IKN Terus Berlanjut

AKURAT.CO Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penegasan komitmen politik pemerintah terhadap keberlanjutan pembangunan Ibu Kota baru sebagai proyek strategis nasional.

Wakil Ketua Komisi II DPR, Bahtra Banong, mengatakan kehadiran langsung Presiden ke IKN menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga ingin memastikan secara langsung arah, kualitas, dan kesesuaian pembangunan dengan visi besar nasional.

"Saya melihatnya bahwa itu adalah sesuatu yang positif. Presiden kita kan selain memberikan dukungan anggaran kepada OIKN, beliau juga berkunjung langsung ke sana, dan beliau juga disampaikan oleh Pak Mensesneg bahkan mengoreksi beberapa hal yang tentu dalam rangka penyempurnaan agar IKN ini makin baik ke depan," kata Bahtra kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Presiden Prabowo Koreksi Desain dan Fungsi Bangunan IKN

Politisi Partai Gerindra itu menilai, koreksi yang dilakukan Presiden merupakan bentuk kontrol langsung kepala negara terhadap proyek strategis, sekaligus pesan politik bahwa pembangunan IKN tidak boleh berjalan tanpa evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan.

"Dan itu mungkin beliau melakukan agar ada perbaikan-perbaikan, dan bagi saya itu adalah sesuatu yang baik ya karena presiden kan ingin IKN berjalan atau pembangunan di sana harus sebagaimana mestinya," ujarnya.

Dia menegaskan, secara politik IKN tidak hanya diposisikan sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga simbol masa depan Indonesia yang akan menjadi wajah negara di mata publik nasional maupun internasional.

"Dan jangan lupa ya bahwa IKN ini kan adalah ikon Indonesia masa depan dan kemudian ini adalah wajah Indonesia masa depan, maka dari itu perlu penyempurnaan dan perbaikan yang menurut saya itu bagus sekali ya kunjungan presiden di sana," lanjutnya.

Terkait substansi penyempurnaan, Bahtra menyebut Presiden Prabowo melakukan pengecekan lintas sektor, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga kesesuaian pembangunan dengan target pemerintah, termasuk rencana menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan politik nasional.

"Ya dari berbagai aspek ya misalnya apa infrastruktur di sana, misalnya apakah sudah tersedia semua, terus kemudian pembangunan di sana apakah sudah berjalan sesuai dengan apa yang menjadi harapan Presiden Prabowo, dan tentu harus dikroscek semua," kata Bahtra.

Baca Juga: Usai Bermalam di IKN, Presiden Prabowo Bertolak ke Malang Pagi Ini

Dia juga menyinggung kemungkinan adanya penyempurnaan desain dan konsep pembangunan IKN agar lebih mencerminkan identitas nasional, sebagai bagian dari legitimasi simbolik negara.

"Dan bahkan saya lihat mungkin kalau ada misalnya desain yang perlu disempurnakan lebih bagus lagi dan itu sesuai dengan ciri khas bangsa kita akan lebih bagus lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan, sejak awal Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perhatian serius terhadap percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dia mengatakan, Presiden Prabowo menekankan agar pembangunan fasilitas pemerintahan, khususnya untuk fungsi legislatif dan yudikatif, dapat dipercepat dan ditargetkan rampung pada 2028.

"Bapak Presiden sejak awal memang memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk fungsi legislatif maupun yudikatif, yang diharapkan bisa selesai pada 2028," ujar Prasetyo di Malang, Jawa Timur, Rabu (15/1/2026).

Presiden Prabowo sebelumnya juga menerima laporan perkembangan pembangunan IKN dari Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan IKN pada Selasa (13/1/2026). Dalam rapat bersama OIKN tersebut, Presiden memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan.

"Masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden berikan koreksi, terutama terkait desain dan fungsi bangunan. Presiden meminta OIKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk terus melakukan perbaikan," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.