Akurat

Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Sulit Menahan Tangis Haru dan Bangga

Paskalis Rubedanto | 12 Januari 2026, 14:33 WIB
Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Sulit Menahan Tangis Haru dan Bangga

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo mengaku terharu dan bangga melihat perkembangan Sekolah Rakyat beserta para siswanya. Dia bahkan menyebut nyaris tak mampu membendung air mata, saat menyaksikan langsung proses pendidikan di sekolah tersebut.

"Saya sangat terkesima, saya sangat terharu. Mudah-mudahan kamera enggak menuju ke saya tadi. Sulit saya tahan air mata juga. Sama dengan Mensos," kata Prabowo.

Baca Juga: Perkuat Fondasi Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat dari Banjarbaru

Menurutnya, rasa haru itu muncul karena kebahagiaan dan kebanggaan melihat anak-anak Indonesia dari latar belakang kurang beruntung kini mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak.

"Kita terharu, kita keluar air mata karena apa, karena bangga, karena bahagia melihat anak-anak kita," ujarnya.

Baca Juga: 150 Bus Sekolah Dialokasikan Kemenhub, 28 Unit untuk Sekolah Rakyat

Prabowo juga menyinggung keputusan pemerintah untuk membangun Sekolah Rakyat sebagai langkah berani yang mungkin tidak lazim, namun diyakini penting demi masa depan anak-anak dari keluarga tertinggal.

"Dan kita tergerak, teringet, kenapa kita teringat? Bayangkan, bayangkan kalau waktu itu, kita, saya, dan menteri-menteri, tidak ambil sikap yang berani, 'Mari kita berbuat yang mungkin tidak lazim kita bikin sekolah yang terbaik, sekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan, mereka yang dari keluarga yang kondisinya tertinggal'," imbuhnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah, untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari kelompok rentan di seluruh Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.