Sejumlah Daerah Terdampak Banjir Akibat Cuaca Ekstrem, BNPB: Tingkatkan Kewaspadaan
Wahyu SK | 12 Januari 2026, 12:11 WIB

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan sejumlah daerah dilanda banjir akibat curah hujan tinggi.
Banjir di Provinsi Sumatera Selatan melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur setelah hujan dengan intensitas sangat lebat mengguyur pada Jumat (9/1/2026).
Curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di sejumlah wilayah OKU Timur dan kabupaten sekitarnya, menyebabkan terjadinya banjir bandang kiriman serta luapan air sungai.
"Dampak banjir dirasakan cukup luas, terutama di beberapa kecamatan yang berada di wilayah dataran rendah dan sepanjang aliran sungai," ujar Muhari, dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).
Peristiwa ini mengakibatkan empat kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Belitang III, Belitang II, Semendawai Suku III, dan Belitang Mulya, dengan total 23 desa terendam banjir.
Berdasarkan data sementara, banjir tersebut berdampak pada sekitar 1.359 kepala keluarga dengan jumlah rumah terdampak mencapai 1.359 unit.
Desa-desa dengan jumlah rumah terdampak cukup signifikan, antara lain Desa Bangun Rejo, Kemuning Jaya, Raman Jaya, Batu Mas, serta beberapa desa lain di wilayah Belitang dan Semendawai.
Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun kerugian materiil cukup besar akibat terendamnya rumah
Sebagai bentuk dukungan, BPBD Provinsi Sumsel bersama BPBD Kabupaten OKU Timur telah menyalurkan bantuan logistik berupa kurang lebih 500 paket sembako yang berasal dari Gubernur Sumsel.
"Diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama proses pemulihan pascabanjir," kata Muhari.
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir melanda Kabupaten Lombok Barat pada Jumat, (9/1/2026) akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut secara terus menerus. Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Kejadian ini berdampak pada satu kecamatan, yakni Kecamatan Sekotong, dengan dua desa terdampak, yaitu Desa Taman Baru dan Desa Pesisir Mas.
Luapan air sungai menggenangi rumah-rumah warga di sekitar bantaran sungai, sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian warga terpaksa menghentikan kegiatan sehari-hari akibat genangan air yang masuk ke permukiman.
Hasil pendataan sementara, banjir berdampak pada 251 kepala keluarga dengan rincian 206 KK di Desa Taman Baru dan 45 KK di Desa Pesisir Mas.
Sebanyak 251 unit rumah dilaporkan terdampak akibat genangan air, meskipun tidak terdapat laporan korban jiwa.
"Penanganan bencana ini dilaksanakan dalam status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 100.3.3.1-628 Tahun 2025, yang berlaku sejak 20 November 2025 hingga 31 Maret 2026. Dalam penanganan di lapangan, unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Lombok Barat, TNI/Polri, Tagana, aparatur desa, serta masyarakat setempat," jelas Muhari.
Di Provinsi Kalimantan, banjir melanda Kabupaten Landak. Dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam durasi cukup lama, disertai luapan sungai di sejumlah wilayah.
Banjir berdampak luas. Mencakup delapan kecamatan dengan total 23 desa terdampak, antara lain Kecamatan Banyuke Hulu, Air Besar, Jelimpo, Menyuke, Mempawah Hulu, Kuala Behe, Menjalin, dan Meranti.
Berdasarkan data sementara yang masih terus dilakukan pendataan, banjir tersebut berdampak pada sekitar 2.282 kepala keluarga.
Banjir juga menyebabkan kerugian materiil berupa 2.282 unit rumah yang terdampak dengan tingkat genangan air bervariasi.
Di Provinsi Bengkulu, banjir terjadi di Kabupaten Seluma pada Jumat (9/1/2026). Kejadian ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan pada saluran pelelangan.
Banjir tersebut berdampak pada wilayah Kecamatan Seluma Utara, tepatnya di Desa Lubuk Resam.
Berdasarkan data sementara yang masih dalam proses pendataan, banjir ini berdampak pada sekitar 31 kepala keluarga. Selain itu, tercatat sekitar 14 unit rumah warga terdampak serta kurang lebih 10 hektare area persawahan terendam banjir.
"Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil masih terus dihimpun oleh petugas di lapangan," tutur Muhari.
Untuk Provinsi Jawa Tengah, banjir melanda Kabupaten Kudus pada Jumat (9/1/2026). Dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama, sehingga mengakibatkan peningkatan debit air pada Sungai Gelis, Sungai Piji, dan Sungai Dawe.
Banjir ini berdampak pada sekitar 4.668 kepala keluarga atau 14.143 jiwa. Tercatat pula sekitar 4.668 unit rumah terdampak, 65 akses jalan tergenang, beberapa jembatan mengalami gangguan, serta kurang lebih 120,8 hektare areal persawahan terdampak.
"Tidak terdapat laporan korban jiwa, namun kerugian materiil cukup signifikan akibat terhambatnya aktivitas masyarakat dan kerusakan infrastruktur," kata Muhari.
Masih di Jateng, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Kendal pada Sabtu (10/1/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi cuaca tersebut mengakibatkan sejumlah wilayah di Kecamatan Rowosari terdampak, terutama akibat angin kencang yang menyebabkan kerusakan bangunan serta tumbangnya pohon.
"Dampak cuaca ekstrem terfokus di Kecamatan Rowosari, meliputi Desa Bulak, Desa Gebanganom, Desa Tanjunganom, dan Desa Rowosari," ujar Muhari
Selain itu, angin kencang menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan tempat usaha, serta mengakibatkan beberapa pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan dan menimpa bangunan milik warga.
Data sementara, kejadian ini berdampak pada sekitar 10 kepala keluarga. Rinciannya, sebanyak enam KK terdampak di Desa Bulak, dua KK di Desa Rowosari, dan masing-masing dua KK di Desa Gebanganom.
Kerugian materiil akibat kejadian ini meliputi satu unit rumah dengan kategori rusak berat, 6 unit rumah rusak ringan, serta tiga unit tempat usaha rusak berat. Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Bulak, disusul Desa Rowosari, Desa Gebanganom, dan Desa Tanjunganom. Pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan warga terdampak secara akurat
Beranjak ke Provinsi Banten, banjir terjadi di Kabupaten Serang pada Sabtu (10/1/2026). Dipicu oleh hujan deras sehingga menyebabkan genangan air di sejumlah permukiman warga.
Dampak banjir terpantau di dua kecamatan, yakni Kecamatan Padarincang dan Kecamatan Cinangka. Di Kecamatan Padarincang, banjir terjadi di Desa Cisauk, sedangkan di Kecamatan Cinangka banjir melanda Desa Rancasanggal.
Dalam hal ini, banjir berdampak pada sekitar 244 kepala keluarga atau 1.006 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 238 KK atau 885 jiwa terdampak berada di Kecamatan Padarincang, sementara 6 KK atau 21 jiwa terdampak di Kecamatan Cinangka.
"Tercatat sebanyak 244 unit rumah warga terdampak genangan air, dengan tingkat genangan bervariasi di masing-masing desa," kata Muhari.
Di Provinsi Jambi, banjir terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada Sabtu (10/1/2026). Kejadian ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, sehingga menyebabkan peningkatan volume air di lingkungan permukiman warga.
Kondisi diperparah oleh saluran parit yang tersumbat, sehingga aliran air tidak berjalan optimal dan mengakibatkan genangan air meluas ke area pemukiman.
"Air yang tidak tertampung oleh sistem drainase menyebabkan sejumlah wilayah permukiman warga tergenang, mengganggu aktivitas masyarakat pada sore hingga malam hari. Genangan air terutama terjadi di kawasan yang memiliki sistem drainase terbatas dan berada pada dataran rendah," jelas Muhari.
BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir dan cuaca ekstrem, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
"Diharapkan memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari pemerintah daerah serta BNPB, menjaga kebersihan saluran air dan drainase, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat. Selain itu, masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama," Muhari berpesan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









