AKURAT.CO Badan Gizi Nasional meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal tahun 2026.
Dalam peninjauan Program MBG, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, didampingi Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyambangi SMKN 1 Jakarta di Jalan Budi Utomo, Sawah Besar, Kamis (8/1/2026).
Pada kesempatan itu, Nanik dan Benjamin mengecek langsung proses distribusi paket makanan mulai dari kedatangan, sampai pembagian MBG ke tangan para siswa.
Keduanya terkejut saat keliling ke kelas-kelas serta berinteraksi langsung dengan para siswa dan guru.
Nanik menerima laporan bahwa selama ini tenaga pengajar dan para pekerja lainnya di sekolah tersebut tidak menerima MBG.
Nanik lantas memanggil Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa MBG untuk para guru dan pekerja di Sekolah sudah diatur dalam peraturan presiden (perpres).
Baca Juga: Pelaksanaan Program MBG 2025: 19 Ribu SPPG Aktif, 55 Juta Penerima Manfaat
"Ini gurunya kok tidak dapat gimana, Perpres Nomor 115 keluar bulan Desember itu ada tulisannya bahwa guru dan tenaga guru dapat, kamu tahu tidak?" tanya Nanik.
"Yang nyapu, yang di TU semua dapat. Tolong ditingkatkan dapurnya, semua satpam pun dapat," lanjutnya.
Nanik menegaskan bahwa dirinya akan kembali lagi ke sekolah tersebut pada Senin pekan depan guna memastikan seluruh guru menerima jatah Program MBG.
"Pak hari Senin saya ke sini pak, mau ngecek guru dapat tidak," ujarnya.
Sementara itu, Wamenkes Benjamin langsung meminta Kepala SPPG tersebut untuk segera menghitung dan menambahkan jumlah penerima Program MBG di SMKN 1 Jakarta.
"Tolong dihitung ya, tambahan jumlahnya berapa," ujarnya.
Sebagai informasi, jumlah siswa di SMKN 1 Jakarta ada 1.635, namun yang menerima paket Program MBG hanya 1.202 karena untuk siswa kelas XII sedang menjalani PKL (praktik kerja lapangan).
Baca Juga: MBG Ibu Hamil dan Balita, Program Strategis untuk 1.000 Hari Pertama Kehidupan