Akurat

Waspadai Potensi Penularan Penyakit Usai Libur Sekolah

Ahada Ramadhana | 7 Januari 2026, 11:26 WIB
Waspadai Potensi Penularan Penyakit Usai Libur Sekolah

AKURAT.CO Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orang tua, pengasuh, tenaga pendidik, pihak sekolah, serta pemerintah daerah dalam menghadapi musim hujan dan potensi peningkatan penyakit periode usai masa libur sekolah.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR. Dr. Piprim Basarah Yanuarso, menjelaskan, kondisi cuaca yang memasuki musim hujan dan potensi peningkatan penyakit di tengah aktivitas sekolah yang padat, dan kelembaban yang meningkat dapat menciptakan lingkungan rawan terhadap penularan penyakit, seperti influenza, diare, demam berdarah yang perlu diwaspadai.

"IDAI memahami bahwa proses belajar mengajar di sekolah sangat penting bagi perkembangan sosial, emosional, dan intelektual anak. Namun, kesehatan dan keselamatan anak harus menjadi prioritas utama," katanya, melalui keterangan resmi, Rabu (7/1/2026).

IDAI menyampaikan beberapa kiat komprehensif sebagai upaya pencegahan dan kewaspadaan kolektif. Antara lain memastikan kesehatan dan daya tahan tubuh anak memungkinkan untuk berangkat ke sekolah.

Lengkapi dan pastikan status imunisasi dasar dan lanjutan anak sesuai usia, termasuk imunisasi untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I) seperti campak, difteri, pertusis, influenza, dan lainnya.

Berikan makanan padat nutrisi terutama protein hewani, cukup cairan agar tidak dehidrasi. Batasi makanan tidak sehat yang mengandung gula tinggi dan junk food. Serta pastikan anak tidur 8-10 jam sesuai usia untuk mengoptimalkan sistem imun.

Jika anak menunjukkan gejala penyakit seperti demam, batuk, pilek, diare atau lemas, segera periksa ke fasilitas kesehatan dan istirahatkan di rumah hingga benar-benar pulih untuk mencegah penularan.

Baca Juga: Cara Cek Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan, Peserta Wajib Tahu

Menerapkan Etika Batuk dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)

Ajarkan dan biasakan anak untuk menutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam, bukan telapak tangan, saat batuk atau bersin.

Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir secara rutin, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain.

Gunakan masker terutama jika anak mengalami gejala infeksi saluran napas atau berada di kerumunan.

Hindari berbagi penggunaan alat makan, minum, dan alat kebersihan pribadi.

Pencegahan Penyakit yang Berkembang di Musim Hujan

Terapkan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang sekaligus menghindari gigitan nyamuk).

Pastikan lingkungan sekolah dan rumah bebas dari genangan air. Gunakan losion antinyamuk, kelambu, atau pakaian panjang.

Untuk menghindari diare dan leptospirosis (kencing tikus), pastikan pastikan anak selalu memakai alas kaki saat bermain atau berjalan di area yang mungkin terkontaminasi. Konsumsi air dan makanan yang bersih dan matang.

Baca Juga: Komisi IX DPR Minta Kemenkes Perketat Pemantauan Penyakit Pascabencana Sumatera

Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan dan Bencana Hidrometeorologi

Komunikasi yang intensif adalah kunci. Orang tua dan pihak sekolah diharapkan aktif menginformasikan kondisi dan kebijakan melalui grup komunikasi.

Orang tua diharapkan proaktif melaporkan kondisi kesehatan anak dan memberikan edukasi di rumah. Siswa diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan saling mengingatkan. Pastikan juga data kontak darurat baik pihak orang tua maupun sekolah selalu mutakhir.

Ajarkan anak untuk memahami prosedur evakuasi dan titik kumpul di sekolah. Orang tua juga harus mengetahui rencana tanggap darurat sekolah.

Siapkan tas siaga bencana untuk anak di sekolah dan di rumah. Berisi jas hujan, makanan tahan lama, air minum, obat pribadi, pakaian ganti, senter kecil, peluit, dan kontak darurat keluarga.

Hati-hati dalam perjalanan ke dan atau dari sekolah saat hujan lebat. Waspada genangan air, pohon tumbang, dan arus lalu lintas.

Sekretaris Umum IDAI, DR. Dr. Hikari Ambara Sjakti, mengatakan, IDAI mendorong sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana cuci tangan, air bersih, dan toilet yang higienis. Serta melakukan pembersihan dan desinfeksi rutin pada area dan permukaan benda yang sering disentuh.

Pihaknya juga mendorong penguatan kerja sama antarsekolah dengan puskesmas setempat untuk pemantauan kesehatan masyarakat.

Ambara berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan penyediaan fasilitas kesehatan, serta memastikan lingkungan sekolah aman dari risiko banjir/longsor dan mengkoordinasikan sistem peringatan dini.

"Kami, para dokter anak, sangat mengharapkan kolaborasi semua pihak. Dengan upaya bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak kita untuk belajar dan bertumbuh kembang optimal, meski di tengah tantangan musim ini," jelasnya.

"IDAI siap bersinergi dengan semua pihak terkait untuk memastikan hak kesehatan dan pendidikan anak terpenuhi dengan baik," katanya menambahkan.

Baca Juga: Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan dan Cara Mengeceknya Lewat Mobile JKN

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK