Komisi IX DPR Minta Kemenkes Perketat Pemantauan Penyakit Pascabencana Sumatera

AKURAT.CO Komisi IX DPR RI, meminta Kementerian Kesehatan memperketat pengawasan terhadap potensi penyakit yang muncul pascabanjir besar di Sumatera.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyebut pihaknya menerima laporan situasi kesehatan setiap hari dari pemerintah, termasuk kondisi fasilitas layanan kesehatan yang terdampak.
"Iya, kami sudah meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk terus memonitor, bahkan sampai sekarang kami masih mendapatkan situation report setiap hari tentang kondisi kesehatan yang ada di tempat bencana, lokasi bencana," ujar Charles kepada wartawan, di Bandung, Jawa Barat, dikutip Sabtu (6/12/2025).
Baca Juga: Presiden Prabowo: Indonesia Mampu Hadapi Bencana, Pemerintah Bergerak Cepat di Sumatera
Menurutnya, jumlah fasilitas kesehatan yang berhenti beroperasi terus bertambah. "Kalau saya tidak salah ingat, sudah lebih dari 15 rumah sakit yang tidak beroperasi di tiga provinsi yang terdampak banjir," jelasnya.
Selain itu, jumlah pengungsi dan warga terdampak juga terus meningkat. Charles mengatakan, DPR telah menerima laporan munculnya berbagai penyakit di wilayah pengungsian.
"Kami juga sudah menerima laporan bahwa berbagai penyakit seperti yang banyak ya, diare, ISPA, leptospirosis," tuturnya.
Baca Juga: Gerindra Copot Bupati Aceh Selatan: Pergi Umrah Saat Bencana Melanda
Karena itu Komisi IX DPR meminta Kemenkes terus memonitor kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan tepat sasaran dan juga tetap bisa diberikan kepada yang membutuhkan.
Dia juga menyoroti ketersediaan obat-obatan bagi pasien rutin yang terdampak bencana. Menurutnya, urgensi saat ini adalah adanya fasilitas kesehatan yang memadai.
"Termasuk juga inventori obat-obatan yang memang dibutuhkan di lapangan. Karena kami juga ingin menjaga agar masyarakat yang saat ini misalnya menjalani pelayanan kesehatan, menjalani pengobatan secara rutin, jangan sampai karena adanya bencana mereka akhirnya tidak mendapatkan pelayanan sehingga kondisinya bisa memburuk," tutup Charles.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








