Rais Syuriah PWNU Jateng Sindir Gus Yahya: Zaman Gus Dur Tak Ada Tambang

AKURAT.CO Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah melontarkan sindiran terbuka terkait polemik pengelolaan tambang yang kini menyeret Nahdlatul Ulama. Sindiran itu diarahkan kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dengan membandingkan kondisi NU saat ini dan era kepemimpinan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Pernyataan tersebut disampaikan KH Ubaidillah saat memberikan tausyiah dalam Haul ke-16 Gus Dur yang digelar di Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2025. Di hadapan para jamaah, ia menyinggung narasi “menghidupkan kembali pemikiran Gus Dur” yang kerap digaungkan belakangan.
“Maka kita bangkitkan lagi pemikiran-pemikiran Gus Dur yang sudah merupakan jargonnya Gus Yahya. Mosok zaman Gus Dur ono tambang ora ono yo,” ujar KH Ubaidillah, sebagaimana dikutip dari Keterangan Wartawan, Selasa, 22 Desember 2025.
Baca Juga: Jawaban Rais Aam Kiai Miftachul Akhyar atas Desakan Islah dengan Gus Yahya
Pernyataan tersebut disambut respons hadirin karena dianggap menyentil realitas baru NU yang kini terlibat dalam pengelolaan tambang. Sindiran itu juga mencerminkan kegelisahan sebagian warga NU atas arah kebijakan organisasi yang dinilai semakin jauh dari khittah perjuangan sosial-keagamaan di masa Gus Dur.
Dalam tausyiah yang sama, KH Ubaidillah mengaku ikut terkena imbas dari polemik tambang tersebut. Ia menyebut dirinya sempat “dihisab” atau dimintai pertanggungjawaban oleh sejumlah kalangan, meski hanya menjabat sebagai pengurus wilayah.
“Nah, ora saya yang tidak ikut-ikutan saja tadi sudah dihisab oleh anak-anak tentang tambangan. Dikirain saya ikut menikmati kok dihisab ini, toh saya ndak apa-apa. Saya cuma pengurus PWNU wilayah yang terjadi di atas. Saya juga ikut dihisab,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut nama Mahfud MD sebagai salah satu tokoh yang ikut menyoroti isu tersebut. “Nah, dihisab oleh anak-anak itu Pak Mahfud MD. Prof,” lanjutnya.
Sindiran KH Ubaidillah ini muncul di tengah memanasnya dinamika internal PBNU, terutama terkait keterlibatan NU dalam pengelolaan tambang dan isu tata kelola organisasi. Sejumlah kiai dan warga NU menyuarakan kekhawatiran bahwa langkah tersebut berpotensi menggeser orientasi NU dari pelayanan umat ke urusan bisnis dan kekuasaan ekonomi.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Nilai PBNU Tidak Berkonflik, Hanya Sedang Panen Pembengkakan Kualitas
Hingga kini, PBNU belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan KH Ubaidillah tersebut. Namun, pernyataan itu menambah daftar kritik terbuka dari kalangan internal NU yang belakangan semakin berani disampaikan ke ruang publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









