Tokoh PBNU Tolak Hasil Musyawarah Kubro Lirboyo: Tak Berhak Ambil Keputusan Muktamar

AKURAT.CO Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) pasca digelarnya Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, terus menuai respons dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Muhaimin, yang menegaskan pentingnya menjaga konstitusi organisasi di tengah situasi yang berkembang.
KH Abdul Muhaimin menilai, setiap upaya penyelesaian persoalan di tubuh NU harus tetap berpijak pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai fondasi jam’iyah. Ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak melangkah keluar dari koridor konstitusional yang telah disepakati bersama.
“NU ini organisasi besar yang diikat oleh konstitusi. Semua ikhtiar harus ditempuh dengan cara-cara yang sesuai AD/ART agar marwah jam’iyah tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co hari ini, Selasa (23/12/2025).
Baca Juga: Kiai Said Aqil Siroj: Konflik PBNU Memalukan, Jadi Bahan Omongan Banyak Orang
Terkait Musyawarah Kubro yang digelar di Lirboyo, KH Abdul Muhaimin menegaskan bahwa forum tersebut tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan strategis setingkat Muktamar, apalagi menentukan arah kepemimpinan PBNU. Menurutnya, keputusan-keputusan fundamental dalam NU hanya dapat dihasilkan melalui forum resmi yang telah diatur secara tegas dalam AD/ART.
Ia menambahkan, forum-forum di luar mekanisme konstitusional tidak dapat dijadikan dasar untuk memberikan mandat, ultimatum, ataupun keputusan yang berdampak langsung pada struktur kepengurusan PBNU. Karena itu, seluruh warga NU diminta bersikap tenang dan tidak terprovokasi oleh dinamika yang berpotensi memecah persatuan.
KH Abdul Muhaimin juga mengajak seluruh elemen NU untuk mengedepankan sikap tabayyun, musyawarah, dan adab dalam menyikapi perbedaan pandangan. Menurutnya, perbedaan adalah hal wajar dalam organisasi besar seperti NU, namun harus dikelola dengan kebijaksanaan dan rasa tanggung jawab.
“Yang paling penting adalah menjaga persatuan NU. Jangan sampai perbedaan pandangan justru melemahkan jam’iyah dan menggerus kepercayaan umat,” katanya.
Baca Juga: Warga NU Bermusyawarah di Rumah Gus Dur, Serukan Pemerintah Tak Intervensi Polemik PBNU
Ia berharap, seluruh pihak dapat menahan diri dan kembali pada khittah perjuangan NU, yakni menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian, bukan arena konflik kepentingan.
Dengan berpegang pada konstitusi dan etika jam’iyah, KH Abdul Muhaimin optimistis NU mampu melewati dinamika internal ini dengan tetap utuh dan bermartabat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








