Akurat

Mendagri: 106 Ribu Pakaian Baru Akan Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Ahada Ramadhana | 21 Desember 2025, 15:07 WIB
Mendagri: 106 Ribu Pakaian Baru Akan Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Sumatera

AKURAT.CO Sebanyak 106 ribu potong pakaian baru dari perusahaan-perusahaan garmen di Indonesia, akan disalurkan kepada warga terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera. Perusahaan tersebut menyatakan kesediaannya membantu para korban bencana.

"Sudah ada ini namanya Daehan Global dari Sukabumi. Itu tadinya kan kita berpikir reject, enggak, (ternyata) dia memberikan pakaian baru. Pakaian baru jumlahnya 101 ribu. Kemudian yang kedua itu ada satu lagi perusahaan, kalau ini dia tidak memang untuk ekspor, tapi untuk dalam negeri. Dia menyumbang juga 5.000, termasuk di antaranya 2.000 selimut. Jadi, totalnya 106 ribu," kata Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dikutip Minggu (21/12/2025).

Tito mengungkapkan, telah mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian, dan menyaksikan secara langsung kondisi warga yang memprihatinkan, terutama terkait kebutuhan sandang.

Baca Juga: Baznas dan Kemenag Salurkan Bantuan Prasarana Pendidikan untuk Madrasah dan Pesantren di Aceh

Banyak warga harus mengungsi hanya dengan pakaian yang dikenakan, karena pakaian serta barang-barang lainnya hanyut tersapu banjir atau terendam lumpur.

"Sehingga di pengungsian itu banyak yang kekurangan pakaian. Nah, sementara di tempat lain, di Jakarta, di Jawa dan lain-lain, itu banyak perusahaan-perusahaan garmen," ujarnya.

Sebagian perusahaan garmen yang memberikan bantuan berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga pemanfaatan produknya perlu menyesuaikan dengan ketentuan kepabeanan dan perdagangan yang berlaku. Menurutnya, peraturan perundang-undangan memberikan ruang pengecualian untuk kepentingan penanganan bencana.

"Tapi ada dalam aturan undang-undang ya, bahwa kalau untuk kepentingan bencana, itu boleh. Boleh dan tidak dikenakan pajak, bea cukai, sepanjang ada, satu, permintaan dari instansi pemerintah. Yang kedua, harus mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan, Ditjen Bea Cukai dan Kementerian Perdagangan," jelasnya.

Baca Juga: Danantara dan BP BUMN Kerahkan 1.000 Relawan dan 109 Truk Bantuan Tangani Bencana Sumatera

Dari hasil komunikasi dengan sejumlah perusahaan, Mendagri menerima respons yang sangat positif. Setidaknya dua perusahaan langsung menyatakan kesiapan, sementara perusahaan lainnya juga bersedia mengirimkan bantuan.

Dia menjelaskan, penyaluran bantuan pakaian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, di antaranya ke Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur dengan alokasi yang telah disesuaikan.

"Setelah itu ada gelombang kedua, kira-kira tanggal 27–28 Desember. Gelombang kedua .dari beberapa perusahaan juga akan menyumbangkan," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.