Akurat

Pemerintah Target Zero Accident Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang hingga Cuaca Ekstrem

Paskalis Rubedanto | 6 Desember 2025, 23:42 WIB
Pemerintah Target Zero Accident Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang hingga Cuaca Ekstrem

AKURAT.CO Pemerintah menargetkan tidak akan ada kecelakaan atau fatalitas serius, dalam pelaksanaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini. Untuk itu, ada dua isu penting yang perlu diantisipasi, yakni potensi lonjakan penumpang serta risiko cuaca ekstrem.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan BMKG dan stakeholder terkait, melalui Posko Nataru serta menambah personel di area-area siaga.

Selain itu, dia juga menekankan empat faktor penting dalam pelaksanaan Angkutan Nataru 2025/2026, yakni keamanan dan keselamatan adalah yang utama; sinergi dan kolaborasi yang solid antarpemangku kepentingan; menaruh perhatian khusus pada hal sekecil apapun, baik dalam perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan; serta tidak boleh lengah terhadap kejadian-kejadian luar biasa yang mungkin muncul.

Baca Juga: 119,5 Juta Warga Diprediksi Bepergian Saat Libur Nataru 2025/2026

"Jika empat faktor tersebut bisa kita pedomani dan laksanakan dengan baik, bukan tak mungkin Zero Accident dan Zero Fatality dapat terwujud," kata Dudy di Jakarta, dikutip Sabtu (6/12/2025).

Ke depan, dia mengimbau seluruh pihak untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di tempat-tempat wisata, jalur arteri khususnya yang terdapat pasar tumpah, hingga perlintasan sebidang kereta api. Dia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas Kementerian/Lembaga, untuk menyukseskan Angkutan Nataru 2025/2026.

"Sinergi dan kolaborasi antarlembaga perlu dilakukan secara intensif untuk memastikan kebijakan yang diterapkan berjalan seragam. Selain itu, hal ini juga penting agar operasional di lapangan dapat berlangsung aman dan terkendali," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.