Akurat

Puan Ajak Media Kawal Transformasi DPR Lewat Pemberitaan Berimbang

Siti Nur Azzura | 5 Desember 2025, 18:42 WIB
Puan Ajak Media Kawal Transformasi DPR Lewat Pemberitaan Berimbang

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengajak media massa turut mengawal agenda besar transformasi DPR RI melalui pemberitaan yang berimbang dan berbasis verifikasi. 

Seruan tersebut disampaikan dalam forum Ngariung Bareng DPR: Refleksi Akhir Tahun bertema Peran Media dalam Mewujudkan Transformasi DPR, yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/12/2025). Acara ini diikuti ratusan jurnalis Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP).

Puan hadir bersama Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Utut Adianto, sejumlah pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Sekretaris Jenderal DPR RI Dr. Indra Iskandar, serta Ketua KWP Dr. Ariawan, S.AP., MH., MA.

Baca Juga: Puan ke Ketua CPPCC: Krisis Iklim Makin Parah, Indonesia dan Asia Tenggara Diterjang Banjir-Longsor

Dalam kesempatan itu, dia mengawali sambutan dengan mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah terdampak bencana hidrometeorologi.

Melanjutkan pernyaataannya, Puan menegaskan bahwa transformasi DPR tengah berjalan sebagai agenda jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. Perubahan tersebut, tidak dilakukan secara reaktif, melainkan melalui perencanaan menyeluruh terhadap aspek teknis maupun substansi.

"Transformasi DPR ini betul-betul niat baik. Tapi memang perlu waktu, tidak bisa cepat. Banyak hal yang bertahap kami benahi," ujarnya.

Dia mencontohkan, penataan kawasan bebas rokok, peningkatan standar keamanan gedung, hingga pembenahan tata kelola internal. Kebijakan moratorium perjalanan luar negeri anggota DPR tetap diberlakukan secara ketat, kecuali untuk misi diplomasi yang wajib dihadiri pimpinan DPR.

Dalam dialog terbuka dengan jurnalis, Puan mengungkapkan keprihatinan terhadap maraknya pemberitaan yang dinilai tidak proporsional dan dapat menimbulkan persepsi keliru publik terhadap DPR. Karena itu, dia meminta insan pers menjunjung etika jurnalistik, termasuk prinsip verifikasi, keseimbangan, dan akurasi.

"Kalau ada satu dua anggota yang salah, jangan sampai merusak citra seluruh lembaga. Ada 580 anggota DPR yang bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat," tegasnya.

Baca Juga: Puan Sambut Wang Huning: RI–Tiongkok Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis

Dia juga mengingatkan agar pemberitaan mempertimbangkan dampaknya terhadap keluarga narasumber maupun stabilitas sosial, terutama menjelang fase politik menuju Pemilu 2029.

"Transformasi DPR tidak mungkin berjalan tanpa dukungan media. Berita dari DPR sampai ke publik hanya melalui media," ujarnya.

Puan menilai kedekatan dan komunikasi yang sehat antara DPR dan wartawan diperlukan, untuk mencegah kesalahpahaman serta menjaga kualitas informasi politik di ruang publik.

"DPR dan media itu seperti keluarga besar. Beda pendapat itu wajar, tapi perlu ruang dialog," katanya.

Dia menegaskan, DPR terbuka terhadap kritik selama disampaikan secara objektif dan tidak memecah belah. Dia berharap, hubungan DPR dan media semakin konstruktif pada 2026. Evaluasi fasilitas, tunjangan, dan tata kelola internal akan tetap menjadi bagian dari agenda pembenahan kelembagaan.

"Saya mohon dukungan media untuk proses transformasi DPR. Semoga tahun depan hubungan kita semakin baik," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.