Puan ke Ketua CPPCC: Krisis Iklim Makin Parah, Indonesia dan Asia Tenggara Diterjang Banjir-Longsor

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menerima kunjungan Ketua Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), Wang Huning, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Puan menyinggung berbagai isu strategis yang membutuhkan kolaborasi global, mulai dari bencana alam hingga ketegangan geopolitik yang terjadi di sejumlah kawasan.
Ia menyampaikan, Indonesia tengah menghadapi banjir dan longsor besar yang melanda berbagai daerah, sementara beberapa negara Asia Tenggara juga mengalami kondisi serupa.
“Yang Mulia, krisis iklim dan konflik geopolitik terus menjadi perhatian kita bersama. Banjir dan longsor saat ini melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Semua negara perlu lebih serius mengimplementasikan komitmen bersama agar dampak krisis iklim tidak semakin meluas,” ujar Puan.
Selain isu iklim, Puan menyoroti konflik geopolitik yang terus bergejolak di Timur Tengah, Semenanjung Korea, perang Rusia–Ukraina, serta kawasan lain yang memerlukan pendekatan damai berbasis kerja sama internasional.
“Kami meyakini bahwa solusi damai yang permanen hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antarnegara,” tegasnya.
Baca Juga: Khittah Logam Tanah Jarang dan Transformasi Teknokrat Santri
Puan menilai Tiongkok memiliki peran strategis sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Karena itu, Indonesia siap memperkuat kerja sama dengan Beijing dalam agenda perdamaian global dan stabilitas keamanan internasional.
“Termasuk untuk menghentikan genosida di Palestina dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara,” tambah Puan.
Puan juga menyinggung hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok yang telah berlangsung selama 75 tahun dan terus berkembang di berbagai bidang, baik ekonomi maupun hubungan antar-parlemen.
Ia mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah berkunjung ke Beijing untuk menghadiri peringatan 80 tahun kemenangan rakyat Tiongkok pada September lalu.
“Hubungan kedua negara terus diperkuat melalui berbagai pertemuan, termasuk di tingkat pimpinan tertinggi,” tutup Puan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








