Akurat

Menhut Paparkan Deforestasi Hutan dan Ancaman Banjir di DAS Sumatera, Ini Katanya

Paskalis Rubedanto | 4 Desember 2025, 20:03 WIB
Menhut Paparkan Deforestasi Hutan dan Ancaman Banjir di DAS Sumatera, Ini Katanya

AKURAT.CO Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, memaparkan kondisi deforestasi nasional dan perubahan tutupan lahan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di tiga provinsi terdampak banjir besar di Sumatera dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI.

Ia menegaskan, meski deforestasi nasional menurun, perubahan tutupan hutan di Hulu DAS masih menjadi perhatian serius pemerintah.

Hingga September 2025, deforestasi nasional tercatat turun 49.700 hektare atau 23,01 persen dibanding 2024. Penurunan juga tercatat di provinsi terdampak banjir: Aceh (10,04 persen), Sumatera Utara (13,98 persen), dan Sumatera Barat (14 persen).

Aceh: Menjadi wilayah dengan titik banjir terbanyak, tercatat 70 titik banjir di 31 DAS seluas 3,05 juta hektare.

Perubahan tutupan lahan dari hutan ke non-hutan mencapai 21.476 hektare (56,61 persen di kawasan hutan, 43,39 persen di luar hutan). Luas lahan kritis mencapai 217.301 hektare atau 7,1 persen dari total DAS terdampak.

Sumatera Utara: Terdapat 92 titik banjir di 13 DAS seluas 207 ribu hektare.

Tutupan hutan yang berubah menjadi non-hutan mencapai 9.424 hektare (36,36 persen di kawasan hutan, 63,63 persen di luar hutan).

Lahan kritis mencapai 207 ribu hektare atau 14,7 persen dari total DAS terdampak—tertinggi di antara ketiga provinsi.

Baca Juga: Sambut Hari Ibu, KKJ dan BIP Mengusap Lelah Buruh Pengupas Bawang Pasar Kramat Jati

Sumatera Barat: Ditemukan 56 titik banjir di 3 DAS dengan luas 39.800 hektar.

Perubahan hutan menjadi non-hutan sebesar 1.821 hektare (79,29 persen di kawasan hutan, 20,71 persen di luar hutan), dan lahan kritis seluas 39.816 hektaratau 7 persen dari total DAS terdampak.

Raja Juli menekankan bahwa seluruh data rinci telah disampaikan kepada Komisi IV.

Ia menegaskan pentingnya pemulihan DAS dan pengendalian perubahan tutupan lahan sebagai bagian dari mitigasi bencana jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.