Akurat

Manufacturing Indonesia Series 2025 Dibuka, Percepat Transformasi Industri Manufaktur Nasional

Rizky Dewantara | 3 Desember 2025, 15:57 WIB
Manufacturing Indonesia Series 2025 Dibuka, Percepat Transformasi Industri Manufaktur Nasional

AKURAT.CO Manufacturing Indonesia Series 2025 resmi dibuka, sebagai platform strategis percepatan transformasi industri manufaktur nasional sekaligus barometer perkembangan teknologi manufaktur di Asia Tenggara.

Mengusung tema 'Beyond Challenges: Empowering Indonesia’s Manufacturing Excellence & Resilience', Manufacturing Indonesia Series 2025 menghadirkan lebih dari 1.000 eksibitor dari 29 negara di area pameran seluas 36.603 meter persegi.

Pameran ini mempertemukan seluruh elemen kunci ekosistem manufaktur, mulai dari produsen bahan baku, perancang mesin, penyedia solusi otomasi, pengembang teknologi digital, hingga pakar lingkungan dan sistem mutu industri dalam satu ruang kolaborasi yang mendorong pertukaran solusi dan penguatan daya saing. 

Baca Juga: Kian Ekspansif, PMI Manufaktur RI Sentuh 53,3 di November 2025

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, menegaskan bahwa Manufacturing Indonesia Series dirancang sebagai katalis penguatan kinerja industri nasional.

"Manufacturing Indonesia Series kami rancang sebagai platform untuk mendorong peningkatan kinerja industri, mulai dari optimalisasi proses produksi, percepatan adopsi teknologi, hingga penguatan praktik manufaktur berkelanjutan," kata Meysia, Rabu (3/12/2025). 

Tingginya partisipasi pelaku industri nasional tahun ini mencerminkan semangat transformasi, serta kesiapan manufaktur Indonesia untuk terus tumbuh dan memperkuat daya saing di tingkat regional maupun global. 

Optimisme tersebut selaras dengan kinerja sektor manufaktur yang terus menguat. Pada kuartal III 2025, sektor manufaktur mencatat pertumbuhan 5,58 persen (yoy) dan berkontribusi 17,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Capaian ini menegaskan posisi manufaktur sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, seiring meningkatnya aktivitas produksi untuk memenuhi pasar domestik dan ekspor.

Arah penguatan tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah melalui percepatan transformasi industri berbasis teknologi dan inovasi.

Baca Juga: Pacu Pertumbuhan, Pemerintah Gelontorkan Stimulus ke Sektor Transportasi dan Manufaktur

Kementerian Perindustrian terus mendorong implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 yang telah dijalankan sejak tahun 2018, untuk memperkuat rantai nilai industri, mempeluas inovasi, serta menyiapkan talenta industri masa depan.

Berdasarkan laporan dari 29 perusahaan National Lighthouse Industry 4.0, penerapan digitalisasi terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat, mempercepat waktu produksi hingga 600 persen, serta menekan emisi karbon hingga 190 persen. Data ini mempertegas bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis industri. 

Sejalan dengan agenda tersebut, sejumlah perusahaan turut menampilkan berbagai solusi manufaktur berbasis otomasi dan teknologi cerdas. Salah satunya Kawan Lama Solution, yang menghadirkan mesin Mazak dengan teknologi MAZATROL Smooth untuk mendukung modernisasi lini produksi. 

Solusi ini mengintegrasikan sistem digital yang memungkinkan pemantauan proses produksi secara real-time, peningkatan presisi kerja, dan efisiensi penggunaan sumber daya sebagai fundamental menuju sistem manufaktur yang lebih adaptif dan produktif.

"Melalui solusi ini, kami ingin mendukung industri dalam meningkatkan efisiensi, presisi, dan fleksibilitas proses produksi. Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan Artifial Intelligence (AI) memungkinkan sistem manufaktur yang lebih adaptif dan produktif, dan berkelanjutan," ujar Sales Director PT Kawan Lama Solution, Ferry Ardiwinata. 

Tidak hanya berfokus pada teknologi, Manufacturing Indonesia Series 2025 juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama.

Baca Juga: Kinerja Inflasi, Aktivitas Manufaktur hingga Neraca Perdagangan Kian Positif Jelang Akhir Tahun

Berbagai kompetisi teknis dan pelatihan operasional dihadirkan untuk mengasah keterampilan tenaga kerja, mempekuat budaya keselamatan kerja, serta standar profesional di lingkungan industri. 

Aktivasi kompetisi tersebut mencakup Forklift Hero Competition bersama iMOW dari Titan Sarana yang menguji ketangkasan operator forklift, Spinning Top Competition bersama Indonesia Mold & Dies Industry Association (IMDIA) yang menekankan presisi dan kreativitas teknik, serta HSE Championship hasil kolaborasi dengan Kawan Lama Solution dan Synergy Solusi untuk menilai kesiapan tim terhadap standar keselamatan kerja tertinggi. 

Selain kompetisi, rangkaian seminar, workshop, dan area tematik dihadirkan melalui berbagai program unggulan seperti Kaizen Clinic untuk konsultasi efisiensi proses, Robopark dengan demonstrasi robotika industri terkini, serta Manufacturing Digital Hub yang menampilkan solusi digital pendukung manufaktur cerdas. 

Pameran ini juga menghadirkan Advanced Manufacturing Connect sebagai ruang temu inovasi industri, INDOESTRI Area untuk menonjolkan desain dan craftsmanship lokal, serta Automotive Quality Management Hub yang menjadi pusat edukasi standar mutu industri otomotif.

Baca Juga: IKFT Jadi Pilar Manufaktur 2025, Pemerintah Bidik Pertumbuhan 8% di 2029

Pameran utama bagi sektor manufaktur ini diselenggarakan bersamaan dengan Machine Tool Indonesia, Tools & Hardware Indonesia, Industrial Automation Indonesia, dan Production Logistics Indonesia, yang secara terpadu menghadirkan lima pameran unggulan dalam satu atap.

Dibuka hari ini hingga 6 Desember 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, total pengunjung Manufacturing Indonesia Series 2025 ditargetkan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan edisi sebelumnya.

Dengan dukungan pemerintah dan berbagai asosiasi industri, termasuk Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, APTIKNAS, IMDIA, IWES, APINDO dan GAMMA, Manufacturing Indonesia Series 2025 menegaskan posisinya sebagai platform strategis penguatan ekosistem manufaktur nasional, sekaligus kolaborasi lintas sektor untuk mempeluas jejaring, mendorong inovasi, dan mengakselerasi transformasi manufaktur Indonesia yang semakin produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.