Akurat

Banjir di Tapanuli Diduga karena Perambahan Hutan, Pemerintah Harus Usut Tuntas

Siti Nur Azzura | 28 November 2025, 17:39 WIB
Banjir di Tapanuli Diduga karena Perambahan Hutan, Pemerintah Harus Usut Tuntas

AKURAT.CO Banjir bandang di sejumlah daerah Sumatera Utara, khususnya di Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tangah (Tapteng), diduga terjadi akibat perambahan hutan yang dilakukan oknum tertentu.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, berharap pemerintah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk menyelidiki terkait perambahan hutan yang terjadi di wilayah Sumut, tentunya setelah selesai menangani dampak dari bencana yang terjadi pada masyarakat.

"Faktanya kita lihat saat terjadi banjir bandang di Tapteng dan Tapsel, yang hanyut banyak kayu gelondongan, berarti ada perambahan hutan di hulu sungai, mengakibatkan banjir bandang," kata Marwan kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga: Pemerintah Kirim Ribuan Ton Beras dan Minyak Goreng untuk Korban Banjir di Sumut, Sumbar dan Aceh

Dia meminta dugaan tersebut jangan dianggap sepele, karena oknum tertentu yang mengambil keuntungan pribadi, namun yang menanggung masyarakat dan pemerintah. Akibatnya, tanah longsor terjadi, jalan putus, begitu juga jembatan, rumah, dan harta benda masyarakat hancur.

"Kita mendesak pemerintah serta aparat terkait supaya mengusut perambahan hutan di wilayah Sumut. Sebab kalau hal ini terus dibiarkan, bencana alam seperti ini akan terus terjadi jika perambahan hutan tidak segera diatasi," tuturnya.

Kepada masyarakat yang terdampak bencana saat ini, dia mengimbau tetap bersabar. Pemerintah sampai sejauh ini terus berupaya melakukan penanganan. Apalagi saat ini di berbagai titik jalan dan jembatan putus, sehingga bantuan logistik masih terhambat.

"Bagi keluarga kena musibah, termasuk meninggal dunia, kita ikut berduka. Bagi masyarakat yang saat ini masih mengungsi kita harapkan tetap semangat. Intinya, pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menyelesaikan urusannya sendiri, pasti hadir, tetapi tetap mohon kesabaran. Apalagi cuaca ini tidak bisa kita kendalikan, curah hujan yang masih begitu tinggi saat ini," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.