Akurat

Prabowo Janji Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Akan Semakin Diperketat

Atikah Umiyani | 18 November 2025, 14:03 WIB
Prabowo Janji Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Akan Semakin Diperketat

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab penuh atas insiden yang muncul terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya kasus keracunan yang terjadi di berbagai wilayah. 

Dia menyadari, dari puluhan juta makanan yang disalurkan setiap hari, tetap ada potensi gangguan pencernaan. Namun, dia menegaskan pemerintah tetap bertindak dan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak berulang.

"Karena itu sekarang persiapan lebih ketat, pemantauan lebih keras. Kita minta semua prosedur yang perlu diambil, harus diambil," kata Prabowo saat berkunjung ke Bekasi, dikutip Selasa (18/11/2025).

Baca Juga: Muhammad Sirod: Jangan Ada ‘Ahli Jadi-Jadian’ di Balik Ledakan Program MBG

Meski demikian, Prabowo bersyukur karena percepatan program MBG berjalan jauh lebih cepat dari ekspektasi.

"Alhamdulillah makan bergizi gratis hari ini sudah mencapai 44 juta, salah satu prestasi tercepat terbesar di dunia. Presiden Brazil menyampaikan ke saya, Brazil memerlukan 11 tahun untuk mencapai 40 juta. Kita belum sampai 12 bulan, sudah mencapai 44 juta," ungkapnya.

Namun dia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri, karena target akhir adalah 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah dan ibu hamil. Bahkan saat menemui warga, Prabowo menceritakan masih banyak anak yang menyampaikan bahwa mereka belum menerima MBG.

"Saya jawab, sabar, sabar. Ini adalah yang paling cepat yang kita mampu. Karena ini uang rakyat, harus disiapkan dengan baik. Persiapannya harus matang, supaya tidak terjadi penyimpangan," ujarnya.

Kendati begitu, dia menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat merasakan manfaat langsung dari program MBG. Dia pun menganggap wajar pihak-pihak yang tidak setuju dengan program tersebut. 

"Tapi apa pun, ternyata rakyat merasakan manfaatnya. Kalaupun ada beberapa orang yang tidak setuju, itu saya kira wajar. Tapi secara garis besar, sebagian besar setuju. Tanya guru-guru, anak-anak itu merasa manfaat atau tidak dapat makanan sekali makan di sekolah," katanya.

Baca Juga: BGN Pastikan Ahli Gizi di Program MBG Diprioritaskan Jadi PPPK

Menurutnya, program MBG bukan sekadar program makan, tetapi investasi jangka panjang bagi generasi muda. Untuk itu, persiapan yang baik adalah kunci agar tidak terjadi lagi kelalaian prosedur, sehingga insiden di program MBG bisa terus ditekan bahkan bisa sampai 0 persen.

"Saya hakul yakin mereka merasakan manfaatnya. Mereka akan jadi lebih kuat. Dia akan makan protein, dia akan jadi lebih tinggi, ototnya lebih baik, tulangnya lebih kuat, sel otaknya lebih cerdas," ujar Prabowo.

Dia juga menekankan keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan keracunan ini. Semenjak kasus keracunan terjadi, pemerintah langsung bergerak memitigasi. Sejumlah dapur bermasalah langsung ditutup.

Langkah evaluasi pun langsung dijalankan, meliputi kewajiban sertifikasi laik higienis bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG, evaluasi juru masak, penyederhanaan menu, pemantauan oleh puskesmas, hingga pembentukan satgas penanganan di tingkat daerah untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga memperkuat kerangka regulasi untuk optimalisasi program MBG, dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait Tim Koordinasi dan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Tata Kelola Penyelenggaraan MBG.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.