Indonesia Siap Jadi Mitra Aktif Wujudkan Pariwisata Global

AKURAT.CO Indonesia menyatakan siap menjadi mitra aktif dalam mewujudkan pariwisata global yang lebih berkelanjutan, inklusif dan tangguh pasca-pandemi Covid-19.
Demikian disampaikan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam forum tertinggi Majelis Umum UN Tourism 2025.
Ia mengungkapkan, Indonesia mendukung terciptanya kerja sama dan kemitraan strategis yang lebih erat dengan anggota afiliasi UN Tourism.
Keterhubungan ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan kapasitas inovasi dari negara-negara anggota UN Tourism itu sendiri.
"Indonesia mendorong terciptanya keberagaman aktivitas yang berkelanjutan di semua departemen yang termaktub dalam program kerja UN Tourism 2026-2027. Indonesia mengajukan sejumlah inisiatif terukur dan aksi-aksi berkelanjutan untuk memberdayakan Jaringan Desa Wisata Terbaik di dunia. Caranya adalah dengan menyediakan bantuan teknis dan sejumlah platform promosi untuk memastikan potensi kolektif mereka meningkat," jelas Menpar, dalam keterangannya, Sabtu (15/11/2025).
Posisi Indonesia dalam High-Level Policy Debate UN Tourism bertema "The Transformation of Tourism through Artificial Intelligence" bahwa digitalisasi merupakan prioritas utama dalam strategi nasional pariwisata Indonesia, yang kini diwujudkan melalui inisiatif Tourism 5.0, strategi generasi baru untuk mendigitalisasi ekosistem pariwisata agar lebih inovatif, terhubung dan berdaya saing global.
"Pariwisata Indonesia kini bergerak menuju era Tourism 5.0. Melalui integrasi teknologi dan kecerdasan buatan, kami ingin menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih personal, efisien dan berkelanjutan," ujar Menpar.
Menpar menyampaikan bahwa sejak awal tahun 2025, Kementerian Pariwisata telah memperbarui platform resmi Indonesia.travel.
Baca Juga: Arab Saudi Beralih dari Minyak ke Pariwisata, Targetkan 150 Juta Wisatawan pada 2030
Situs ini menghadirkan tampilan yang lebih interaktif dengan peta digital, profil destinasi lengkap dan kalender event nasional untuk memudahkan wisatawan mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.
Langkah berikutnya, Indonesia akan meluncurkan fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) pada akhir bulan November yang meliputi:
1. AI Travel Planner - memberikan rekomendasi dan itinerary perjalanan yang dipersonalisasi berdasarkan minat dan perilaku wisatawan.
2. AI Travel Companion - chatbot interaktif dalam 19 bahasa yang menyediakan informasi real-time secara komprehensif.
3. AI Command Centre - pusat analitik berbasis data untuk membaca tren wisatawan dan performa destinasi, guna mendukung kebijakan promosi yang lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Dukung Mobilitas dan Pariwisata, KAI Tambah Perjalanan Kereta Api Selama November 2025
"Teknologi AI dapat mempermudah wisatawan namun penerapannya harus disertai regulasi yang memastikan informasi yang akurat dan etis," kata Menpar.
Ia menegaskan pentingnya kerangka etika kecerdasan buatan (AI Ethics Framework) yang tengah disusun oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Kerangka ini bertujuan agar implementasi AI berjalan secara inklusif, aman dan bertanggung jawab di seluruh sektor, termasuk pariwisata.
Dalam kesempatan ini, tuan rumah Arab Saudi melakukan inisiasi dengan dideklarasikannya Riyadh Declaration on the Future of Tourism.
Deklarasi Riyadh menandai komitmen global menuju masa depan pariwisata yang cerdas, berkelanjutan dan manusiawi, di mana teknologi, termasuk kecerdasan buatan, digunakan untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata sekaligus menjaga keseimbangan sosial dan ekologis.
Baca Juga: Sumber Ekonomi Baru, Bappenas Minta Pemda Perkuat Investasi di Sektor Pariwisata
Tujuan utama deklarasi antara lain mewujudkan pariwisata berkelanjutan secara cepat dengan keseimbangan antara kelestarian lingkungan, kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi.
Lalu mendorong adopsi digitalisasi dan inovasi secara bertanggung jawab melalui investasi pada infrastruktur digital dan peningkatan kapasitas teknologi di setiap negara dan memperkuat ketahanan sektor pariwisata dengan pengelolaan risiko, kesiapsiagaan terhadap krisis. Serta pembangunan infrastruktur adaptif.
"Indonesia mendukung Deklarasi Riyadh. Deklarasi ini bersifat tidak mengikat secara hukum maupun finansial atau dikenal dengan istilah non-binding," ujar Menpar.
Majelis Umum PBB Organisasi Pariwisata Dunia atau UN Tourism General Assembly (UNTGA) diadakan di Riyadh, pada 9-10 November 2025.
Baca Juga: Jajaki Kerja Sama Sektor Pariwisata, Wamen P2MI Kunjungi Turki
UNTGA didahului oleh the 124th Executive Council Meeting atau sidang Dewan Eksekutif yang ke-124 pada 8 November 2025. Acara UNTGA kemudian diikuti oleh sidang Dewan eksekutif ke-125 pada 11 November 2025.
UN Tourism General Assembly 2025 merupakan sidang umum ke-26 sekaligus peringatan 50 tahun berdirinya UN Tourism.
Tercatat sedikitnya sekitar 90 menteri, 70 duta besar dan 1.400 delegasi hadir dalam perhelatan terbesar UN Tourism yang berlangsung setiap dua tahun sekali.
Majelis Umum UN Tourism 2025 membahas sejumlah agenda penting, di antaranya laporan kinerja UN Tourism di bawah kepemimpinan sekretaris jenderal yang masih menjabat, Zurab Pololikashvili, pengangkatan sekretaris jenderal yang baru, laporan dari kantor regional dan tematik serta pemilihan anggota World Committee on Tourism Ethics.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









