Akurat

Presiden Prabowo Minta Perizinan dan Sertifikasi UMKM Dimudahkan agar Memiliki Daya Saing

Wahyu SK | 5 November 2025, 11:34 WIB
Presiden Prabowo Minta Perizinan dan Sertifikasi UMKM Dimudahkan agar Memiliki Daya Saing

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian pada peningkatan kualitas dan daya saing UMKM melalui kemudahan akses perizinan dan sertifikasi.

Hal itu disampaikan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Menurut Maman, Presiden Prabowo meminta agar proses sertifikasi halal, izin BPOM, PIRT hingga Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat dipercepat dan disederhanakan.

Baca Juga: Setop Barang Bekas Impor, Prabowo Pastikan Pedagang Thrifting Tetap Hidup Lewat Produk Lokal

"Petunjuk dari Pak Presiden juga terkait kemudahan akses perizinan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah terkait sertifikasi, terkait bagaimana bisa mendapatkan izin BPOM, mempercepat sertifikasi halal, lalu bagaimana PIRT-nya, SNI dan lain sebagainya. Supaya apa? Supaya UMKM kita daya saingnya juga meningkat," jelasnya.

Di samping itu, Presiden Prabowo juga meminta agar program penghapusan piutang UMKM segera ditindaklanjuti sesuai dengan rencana awal.

Berdasarkan data sementara, sekitar 67 ribu UMKM telah tercatat dalam program ini, namun jumlah potensialnya jauh lebih besar.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Ratas, Tegaskan Penguatan Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM

"Kalau sementara kan masih di angka 67 ribu UMKM. Berdasarkan data dari bank himbara kita ada kurang lebih satu juta usaha mikro kecil menengah yang memang bisa dihapus tagihkan dan dihapus bukukan. Nah, itu yang kita akan tindak lanjuti," jelas Maman.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan digitalisasi dalam pelayanan bagi pelaku UMKM.

Presiden Prabowo meminta agar sistem satu data terintegrasi, yakni Sapa UMKM, segera direalisasikan untuk mempermudah berbagai layanan bagi para pelaku usaha.

Baca Juga: Prabowo Bakal Cicil Utang Kereta Cepat Whoosh Rp1,2 Triliun per Tahun

"Pak Presiden menyampaikan ada 57 juta pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang tersebar di Indonesia tentunya tidak bisa dengan metode konvensional kembali. Jadi harus menggunakan metode teknologi dan digitalisasi untuk memberikan pelayanan dan perlindungan," tutur Maman.

Melalui Sapa UMKM, berbagai layanan seperti perizinan, pembiayaan hingga akses pemasaran produk akan diintegrasikan dalam satu sistem nasional berbasis digital.

"Pak Presiden menegaskan segera direalisasikan. Insya Allah akan kita realisasikan segera dengan cepat," kata Maman.

Baca Juga: Tak Hanya Sampai Surabaya, Prabowo Mau Kereta Cepat Tembus hingga ke Banyuwangi

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK