Akurat

Gubernur Sherly Gencarkan Penanaman Kelapa di Maluku Utara: Permintaannya Sangat Tinggi

Rizky Dewantara | 24 Oktober 2025, 18:23 WIB
Gubernur Sherly Gencarkan Penanaman Kelapa di Maluku Utara: Permintaannya Sangat Tinggi

 

AKURAT.CO Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, komitmen mengoptimalisasi lahan tidur di Maluku Utara untuk pengembangan hilirisasi berbagai produk, salah satunya adalah industri kelapa. 

Dia menjelaskan, Maluku Utara saat ini sudah memiliki dua pabrik produk turunan kelapa, dan dua pabrik sedang dalam pembangunan. Di mana, jumlah produksinya saat ini mencapai 6 juta kelapa per hari. 

"Tetapi masih banyak potensi yang belum dioptimalkan dari Maluku Utara. Kami saat ini sangat fokus memanfaatkan lahan untuk dioptimalkan menanam kelapa," kata Sherly di Jakarta, dikutip Jumat (24/10/2025). 

Baca Juga: 5 Cara Mudah Memarut Kelapa Tanpa Parutan, Tetap Halus dan Segar!

Dia menjelaskan, saat ini jumlah permintaan yang sangat tinggi untuk produk realisasi kelapa, seperti desiccated coconut, coconut milk, dan santan. Sehingga, dia ingin Maluku Utara memanfaatkan potensi ini. 

"Jadi kalau di China itu, kalau kita di sini kan, kopi latte-nya pakai susu sapi. Kalau di China itu mereka lactose intolerance. Jadi mereka itu menggunakan, latte-nya menggunakan coconut milk," jelasnya. 

"Jadi ada demand sekitar 1 juta liter coconut milk per harinya. Dan saat ini dunia kekurangan kelapa. Maluku Utara punya lahan tidur yang siap dioptimalkan untuk ditanam kelapa," lanjut Sherly. 

Untuk itu, kerja sama dengan Badan Bank Tanah dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) diharapkan bisa menarik investor untuk mengembangkan industri kelapa di lahan tidur Maluku Utara. 

"Harapannya kolaborasi ini bukan sekedar cuma tanda tangan diatas kertas, tetapi ini komitmen untuk menjadikan tanah sebagai sumber kemakmuran," ungkapnya. 

Baca Juga: LRT Siap Sambungkan Kelapa Gading ke PIK 2, Akses ke Kawasan Pesisir Jakarta Kian Mudah

Sebelumnya, Badan Bank Tanah dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), tentang Optimalisasi Pertanahan dan Pengelolaan Tanah Negara di Provinsi Maluku Utara.

Sinergitas ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan aset tanah negara, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

"Ini menjadi payung kerja sama yang mempertemukan peran pemerintah daerah dengan investor sebagai mitra strategis. Kami ingin memastikan tanah negara dikelola dengan baik, memberi manfaat bagi pembangunan daerah, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat," kata Deputi Bidang Pemanfaatan dan Kerja Sama Usaha Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah mendukung pengembangan hilirisasi industri kelapa di Maluku Utara, yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui pengolahan komoditas unggulan daerah.

"Maluku Utara memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan kelapa. Dengan dukungan pengelolaan lahan yang optimal, kita dapat menciptakan ekosistem industri kelapa yang berkelanjutan, dari hulu hingga hilir, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat," tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.