Ketua Komisi III DPR Dukung Kelanjutan Program MBG: Kritik Wajar, Tapi Manfaatnya Nyata

AKURAT.CO Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mendukung penuh kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun masih ada kritik terhadap pelaksanaan di lapangan, mayoritas masyarakat justru menilai program ini bermanfaat dan layak diteruskan.
Hal ini dia sampaikan, usai mendengar aspirasi dari perwakilan dari Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN), yang menyampaikan kendala MBG di lapangan.
"Masyarakat ya soal MBG, sebagian besar, bahkan enggak pernah saya menemukan orang yang menolak MBG, gitu kan. 'Pak MBG, Pak, di sini, Pak, dimaksimalkan, Pak Kapan realisasi?', karena ada beberapa titik yang memang belum realisasi. Kapan realisasinya? Yang sudah dapet, gimana MBG? Lanjutkan? 'Wah, lanjutkan, Pak, itu sangat bermanfaat'," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Baca Juga: BGN Kembalikan Rp70 Triliun Anggaran MBG yang Tidak Terserap ke Presiden Prabowo
Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap program MBG datang dari warga yang benar-benar merasakan manfaatnya, bukan dari pihak yang hanya menilai dari jauh tanpa memahami kondisi riil di lapangan.
"Itu rakyat the real rakyat-rakyat beneran, gitu kan, ya. Bukan orang yang nggak ada kaitannya dengan masyarakat, tiba-tiba setelah mengetahui, wah, MBG ditolak, berhentikan. Nah, kalau rakyat memang minta dilanjutkan, karena memang merasa itu bermanfaat, ya kita mau gimana? Ya kan? Dan itu kita dukung, dan terus kita ingin lakukan perbaikan," tutur dia.
Dia menegaskan, pemerintah dan DPR tentu terbuka terhadap kritik dan masukan untuk memperbaiki pelaksanaan program. Namun, kesalahan teknis di lapangan tidak bisa dijadikan alasan untuk menghentikan program yang membawa manfaat besar bagi masyarakat.
"Nah, perbaikan ini kan istikharah semua, Pak. Enggak mungkin dong di pemerintah tidak menginginkan perbaikan program-program ini. Pasti semua masalah, semua program ada masalahnya, benar enggak?" kata legislator Fraksi Partai Gerindra itu.
Dia menggambarkan bahwa setiap program besar pasti menghadapi tantangan, sebagaimana sebuah hajatan besar yang tidak selalu berjalan sempurna.
"Kita bikin hajatan saja pasti ada. Misalnya hilang sendok, apa namanya, makanan yang enggak sesuai jumlah orang yang hadir, gitu kan. Apalagi ini hajatan nasional dan setiap hari, gitu kan," tuturnya.
Baca Juga: Program MBG Tak Cukup Tekan Stunting di NTB, Perlu Diiringi Perencanaan Keluarga dan Pola Asuh
"Kalau mau nikah pasti pusing kalau mau hajatan resepsi. Itu seumur hidup sekali, ada saja masalah. Apalagi setiap hari bikin hajatan yang kayak begini, gitu loh," lanjutnya.
Habiburokhman menambahkan, praktik serupa telah diterapkan di banyak negara dan terbukti sukses membantu masyarakat dalam pemenuhan gizi. Dia menilai, program MBG harus dipertahankan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat kecil.
"Nah, tapi best practices di negara-negara lain terbukti, bisa mereka menjalankan di negara-negara lain. Dan ini manfaatnya sungguh luar biasa. Bukan bye teori saya ngomong, Pak. Ini dinyatakan langsung oleh emak-emak yang tiap malam saya temuin. Mereka sangat membantu, manfaatnya sangat luar biasa. Dari kebutuhan pemenuhan gizi anak, gitu kan ya. Itu bisa terbantu dengan program ini," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









